Program Petani Milenial Jawa Barat Telah Banyak Dapatkan Peminat

Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) terus memperkuat Program Tani Milenial. Salah satunya adalah sosialisasi program Petani Milenial dan kerjasama dengan kabupaten/kota.
Kepala Sekretariat Daerah Administrasi Perekonomian (Setda) Provinsi Jawa Barat Benny Bakhtiar mengatakan penguatan itu dilakukan melalui sosialisasi dan kerjasama untuk mencapai target 5.000 ribu tahun petani pada 2023.

“Setelah mencapai target 5.000 petani milenial pada 2023, kami akan memperkuat kerja sama dengan daerah/kota. Salah satunya melalui sosialisasi di 18 daerah. Hari ini sosialisasi kami dimulai di Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasikmalaya, kemudian di daerah lain. .”, sel Benny, Selasa (11/2/2021).
Selain sosialisasi, Pemprov Jabar akan mendorong kabupaten/kota untuk mengikuti program rekrutmen petani milenial, mengubah model pendaftaran online dan offline atau kombinasi keduanya, serta memberikan penghargaan kepada petani milenial dan kabupaten/kota yang berprestasi dalam mendukung program Petani Milenial. .
Menurut Benny, Pemprov Jabar dan Pemkab/Pemkot nantinya akan berbagi peran dalam penguatan program Petani Milenial. Sementara kabupaten/kota menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk petani milenial dan menyediakan lahan, provinsi berperan dalam mencari pembeli, meningkatkan modal melalui bank, dan mentransfer teknologi dan inovasi.

“Kami menyadari kurangnya sinergi dengan hutan hujan/kota-kota di Jawa Barat, dan saat ini kami melakukan sinergi ini dengan berbagai penguatan program Petani Milenial,” kata Benny.

Tujuan di hadirkanya program petani milenial

Benny mengatakan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sangat memperhatikan program Petani Milenial. Penguatan tersebut merupakan kelanjutan dari arahan Gubernur Jawa Barat untuk mengakselerasi program Petani Milenial.
Benny mengatakan program Petani Milenial bertujuan untuk mengembangkan wirausaha pertanian muda di Jawa Barat, mengubah wajah pertanian menjadi segar, sehingga generasi milenial tertarik menjadi petani yang maju secara digital, menciptakan pertanian yang mandiri dan modern serta mengurangi masalah. ketersediaan tenaga kerja pertanian di Jawa Barat.

Baca Juga  Sebelum memulai bisnis, ketahui 4 perbedaan utama antara reseller dan dropship

“Kehadiran program Millenium Farmers diharapkan dapat memberikan peluang dan tantangan kerja bagi generasi muda di masa pandemi untuk meningkatkan perekonomian pedesaan,” ujarnya.
Benny mengatakan program Millennial Farmer bermitra dengan Offtaker, yang mencakup pemeliharaan satwa liar, sistem produksi dan pemasaran, termasuk pengembangan logistik pangan berkelanjutan dan mekanisme rantai pasokan.

Ribuan peminat petani milenial di Jawa Barat

“Kami juga menggandeng perbankan, yaitu Bank BJB dan Himbara, untuk akses permodalan,” kata Benny.
“Program ini diluncurkan pada 14 Februari 2021 dan diluncurkan pada 26 Maret 2021 dengan target mencapai 5.000 petani milenial pada 2023. Hingga akhir Oktober 2021 capaian tersebut masih jauh dari target,” tambahnya. .

Sejak diluncurkan, 8.998 orang telah mendaftar di situs https://petanimilenial.jabarprov.go.id. Selain itu, dari 8.998 pendaftar telah dilakukan penyaringan/filter 1 yaitu usia minimal 19–39 tahun dan Kartu Tanda Penduduk Provinsi Jawa Barat, sehingga 4.439 pendaftar lolos.
Pada seleksi/filter 2 yang tidak memiliki kontrak, hasilnya 2240 pendaftar yang lolos. Dari 2.240 calon petani milenial, dilakukan seleksi lebih lanjut oleh pelaksana utama program Petani Milenial, sehingga menghasilkan 573 petani milenial, dan 54 petani milenial diluncurkan dan mendapat pendanaan dari perbankan.
Benny mengatakan, salah satu tujuan Pemprov Jabar adalah meningkatkan konektivitas dan daya saing koneksi bagi masyarakat kaya dan rakyat jelata melalui pemanfaatan teknologi digital dan kerjasama dengan pusat inovasi dan pelaku pembangunan.

“Dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi, Pemprov Jabar telah meluncurkan sebuah inovasi yaitu program Milenium Farmers dengan slogan “Life in a housing village, a global business city”, ujarnya.
Saat peluncuran program Petani Milenial yang dicanangkan Maret lalu, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan berniat mencetak lebih dari 100.000 petani baru. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan bantuan melalui program tersebut. Dimulai dengan peminjaman tanah, bank memfasilitasi akses untuk menemukan penjual atau pembeli.

Baca Juga  Harus Tau Apa Itu Inklusi Keuangan Serta Tujuanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *