Kandungan Minyak Kayu Putih Serta Manfaat Baik Bagi Kesehatan

Minyak kayu putih diperoleh dengan penyulingan uap dari ranting dan daun segar pohon kayu putih atau Melaleuca Leucadendra. Proses penyulingan menghasilkan minyak yang sering kita gunakan setiap hari.
Minyak kayu putih yang terdapat pada kayu putih merupakan salah satu produk kesehatan yang paling banyak ditemukan dan digunakan oleh masyarakat Indonesia. Minyak kayu putih biasanya dioleskan ke perut dan dada setelah mandi.
Selain itu, kayu putih juga sering dibawa jalan-jalan untuk menghilangkan rasa mual. Untuk menghilangkan rasa mual ini, pengguna bisa mengoleskan minyak kayu putih di sekitar dahi dan menghirup aromanya.

Kandungan minyak kayu putih

Minyak kayu putih mengandung cineole, yang diperoleh dari pohon dan daun kayu putih. Menurut Badan Standar Nasional Indonesia (BSNI), kandungan cineole minyak kayu putih harus 50-65%, yang merupakan standar untuk menentukan kemurniannya.
Kandungan cineolnya memberikan rasa hangat dan menenangkan dari minyak kayu putih. Kandungan kayu putih yang memiliki sifat antibakteri, antivirus dan antijamur dapat bermanfaat untuk perlindungan kulit.
Berikut bahan-bahan lain dalam minyak kayu putih:
• pinen
• Mircen
• Turpini
• Benzena
• Sineol (Sineol)
• Karen
Sikloheksena
• Metanol
• Fenil alkohol
• Turpinil asetat
• Trans kariofil
• hemulene

Manfaat Minyak Kayu Putih Khasiat

1. Baik untuk bernafas
Minyak kayu putih memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi yang dapat bermanfaat bagi sistem pernapasan kita. Khasiat minyak kayu putih dapat mengatasi dan mengatasi penyakit asma, sinusitis dan penyakit pernafasan lainnya.
Qayut, seperti halnya minyak kayu putih, mengandung senyawa yang bersifat dekongestan yang dapat membantu mengurangi dahak atau sinusitis yang terjadi pada sistem pernapasan kita.

Baca Juga  Ketahui Cara Mandi Yang Benar Untuk Hilangkan Kuman Kuman Di Tubuh

2. Dapat meredakan batuk
Kembang kol dan cineole yang terdapat dalam minyak kayu putih dapat meredakan batuk. Selain senyawa yang bersifat dekongestan alami, minyak kayu putih juga mengandung bahan yang dapat membantu melegakan saluran pernafasan.
Kedua bahan ini dapat membantu meredakan dahak dan mengurangi rasa gatal di tenggorokan.

3. Baik untuk kulit
Seperti yang telah disebutkan, minyak kayu putih dapat menghangatkan dan menenangkan kulit. Hal ini juga dipengaruhi oleh kandungan cineole yang merupakan komponen utama minyak kayu putih.
Namun kandungan cineole ini menyebabkan sebagian orang mengalami ketidakcocokan saat menggunakan minyak kayu putih.

4. Perawatan luka
Aktivitas antimikroba minyak kayu putih membuktikan bahwa ekstrak daun kayu putih dapat membantu melawan patogen Staphylococcus aureus (S. aureus) dan Escherichia coli (E. coli).
Kandungan antimikroba pada minyak kayu putih dapat mengurangi risiko infeksi luka akibat kedua patogen tersebut.

5. Meredakan nyeri otot
Kayu putih yang terkandung dalam minyak kayu putih dapat digunakan untuk mengobati nyeri otot dan persendian akibat keseleo, radang sendi, memar dan sakit punggung.
Selain itu, minyak kayu putih memiliki efek fisiologis yang meredakan nyeri otot.
Efektif melembabkan, meregenerasi, membuat kulit lebih kencang dan elastis. Lihat pilihan minyak rosehip kami di sini!

6. Jauhkan serangga
Serangga seperti nyamuk dapat menyebabkan berbagai penyakit yang tidak diinginkan.
Sebagai pengusir serangga alami, minyak kayu putih mengandung eucalyptol yang tidak disukai nyamuk.
Meredakan mual dan sakit kepala saat bepergian.
Sebelumnya telah dikemukakan bahwa kebiasaan membawa minyak kayu putih Indonesia dalam perjalanan adalah untuk meredakan mual dan pusing. Inilah keefektifan minyak kayu putih dengan cineole.
Kandungan cineol dapat memberikan rasa hangat dan menenangkan bagi pengguna yang mengalami sakit kepala.

Baca Juga  Simak Cara Membuat Hiasan Nasi Tumpeng Lebih Menarik

7. Mengurangi ketombe
Bagi Anda yang memiliki masalah ketombe pada rambut, Anda juga bisa menggunakan minyak kayu putih untuk mengatasinya. Jamur Malassezia Furfur yang menjadi sumber masalah penyebab ketombe dapat dikendalikan dengan minyak kayu putih.
Zat antijamur yang terkandung dalam minyak kayu putih mampu mengalahkan jamur penyebab ketombe. Namun, hati-hati saat menggunakannya, hati-hati jangan sampai mengoleskan minyak kayu putih pada kulit kepala yang rusak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *