Ketahui Jenis Jenis Gangguan Jiwa Serta Penyebabnya

Cobalah mencari waktu untuk mengunjungi rumah sakit jiwa. Anda hanya dapat mengetahui apakah benar-benar ada lebih banyak pasien pria daripada wanita.
Dengan demikian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menemukan bahwa wanita, pada kenyataannya, lebih sensitif daripada pria terhadap gejala stres yang menyebabkan depresi. Karena ada perbedaan biologis antara pria dan wanita dalam hal hormon. Selain itu, perbedaan faktor sosial memainkan peran penting.

Namun, seperti yang disebutkan Medical Daily, jika wanita memiliki lebih banyak estrogen, itu dapat melindungi mereka dari masalah kesehatan mental. Oleh karena itu, meskipun wanita rentan mengalami gejala stres, mereka cenderung lebih baik dan lebih kuat daripada pria untuk mengatasinya.
Selain itu, mereka cenderung mengalami stres dan depresi sehingga wanita dapat lebih mengontrol emosinya. Berkat kepribadiannya, wanita selalu memiliki cara untuk mengurangi stres dengan berkomunikasi satu sama lain dibandingkan dengan pria yang cenderung pendiam.

Gangguan jiwa bisa menimpa siapa saja. Saat ini, anak muda juga bisa mengalami gangguan kesehatan mental karena berbagai alasan. Tahukah Anda bahwa wanita lebih mungkin menderita masalah kesehatan mental daripada pria?
Menurut Badan Kesehatan Mental Indonesia, wanita bisa mengalami masalah emosional empat kali lebih banyak daripada pria. Namun, wanita dan pria dapat mengalami gangguan mental dengan cara yang berbeda.

Cari tahu mengapa wanita berisiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan mental

Gangguan jiwa merupakan salah satu gangguan jiwa yang mempengaruhi suasana hati, perilaku dan pemikiran seseorang. Ada beberapa gangguan kejiwaan yang sering dialami wanita, seperti gangguan kecemasan dan depresi. Gangguan mental kedua wanita ini disebabkan oleh sejumlah penyebab unik yang belum pernah dialami pria.
Perubahan menstruasi yang disebabkan oleh menstruasi, depresi pascapersalinan, dan depresi menopause adalah beberapa alasan mengapa wanita menderita masalah kesehatan mental. Biasanya, gangguan mental disebabkan oleh sejumlah faktor, termasuk genetika, lingkungan, riwayat keluarga gangguan mental, tingkat stres kepribadian, trauma, dan kerusakan otak.
Seseorang dengan gangguan mental mengalami berbagai gejala seperti perubahan suasana hati, ketakutan yang berlebihan, penarikan diri dari kehidupan sosial, dan kekecewaan yang berulang.
Tidak hanya mental, orang dengan gangguan kesehatan mental juga dapat mengalami tanda atau gejala fisik seperti sakit kepala parah, sakit punggung, dan sakit perut. Anda harus segera pergi ke rumah sakit terdekat jika Anda atau kerabat memiliki gejala yang merupakan tanda utama penyakit mental.

Mengetahui faktor-faktor lain yang menyebabkan gangguan kesehatan mental pada seseorang

1. Paparan virus, racun, alkohol, dan obat-obatan dalam kandungan ternyata bisa menyebabkan gangguan kesehatan mental pada seseorang. Ibu hamil harus mengikuti gaya hidup sehat untuk menghindari masalah kesehatan janin.
2. Seseorang yang pernah mengalami peristiwa traumatis ternyata lebih mungkin mengalami gangguan jiwa.
3. Penggunaan narkoba juga dapat meningkatkan risiko berkembangnya gangguan mental.
4. Kehidupan yang penuh tekanan adalah salah satu penyebab masalah kesehatan mental. Kesulitan keuangan atau kesedihan yang berlebihan dapat menjadi komponen dari masalah kesehatan mental.
5. Orang dengan penyakit kronis seperti kanker juga sangat rentan terhadap masalah kesehatan mental.

Mengetahui jenis-jenis gangguan jiwa

Ada banyak penyakit yang tergolong gangguan jiwa. Berikut penyakit yang termasuk dalam kategori gangguan jiwa, yaitu:

1. Gangguan kecemasan.
Orang dengan gangguan kecemasan biasanya bereaksi terhadap peristiwa dengan sikap yang terlalu cemas. Orang dengan kondisi ini mengalami peningkatan keringat dan ketakutan, panik, dan peningkatan detak jantung. Gejala yang dialami tidak dapat dikendalikan.

2. Gangguan kepribadian.
Orang dengan gangguan kepribadian memiliki sifat yang sama sekali berbeda. Pasien umumnya tidak berkomunikasi dengan baik.

3. Gangguan afektif.
Pasien-pasien ini mungkin mengalami perasaan sedih atau senang yang terus-menerus, yang setelah waktu yang cukup singkat menjadi perasaan yang berlawanan. Kondisi ini dikenal sebagai gangguan bipolar atau depresi.

4. Gangguan psikotik.
Halusinasi dan delusi adalah ciri umum dari gangguan psikotik.
Gangguan jiwa tidak mudah dipahami karena dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Jaga tidak hanya kesehatan fisik Anda, tetapi juga kesehatan mental Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *