Fakta Final AFF Cup 2020 Laga Pertama Indonesia Melawan Thailand

Dalam waktu 15 menit, Nadeo Argavinata terpaksa membalas dendam terhadap pendudukan Thailand. Timnas Indonesia praktis tak mengancam gawang lawan yang dikirim Sivarak Tedsunoen.
Peluang emas timnas Indonesia datang di babak pertama pada menit ke-40. Para pemain Thailand gagal membelokkan bola dari umpan silang Vitan Suleiman. Alhasil, bola dicegat oleh Alphaandra Devanga. Alfeandra, bagaimanapun, menerima tendangan bebas, tetapi bola memantul mistar gawang.
Di babak kedua, Thailand bisa menambah 3 gol dan mengubah skor menjadi 4: 0. Gol kedua tim asuhan Alexander Polking itu dicetak Songkrass pada menit ke-52. Gol tersebut tercipta dalam serangan balik.
Banyak fakta terkuak di lapangan dalam laga Indonesia vs Thailand di laga perdana final Piala AFF 2020. Laga yang berlangsung di National Stadium, Singapura, Rabu (29 Desember 2021) WIB malam itu, berakhir dengan skor 4- 0 untuk keunggulan Elephant.
Kemenangan meyakinkan ini akan memudahkan Thailand mengamankan gelar pada laga ulangan yang dijadwalkan Sabtu (1/1/2022). Karena dengan total keunggulan 4:0 bagi Indonesia akan sulit dijangkau.
Namun, pertandingan belum berakhir. Dalam rematch nanti, apapun bisa terjadi, termasuk kemungkinan Indonesia membalikkan keadaan.
Berikut adalah beberapa fakta yang perlu diingat di game pertama. Mulai dari rekor hingga statistik timnas Indonesia yang tertinggal jauh dari Thailand.
Berikut Bola.net menghadirkan berbagai fakta. Fakta tersebut berdasarkan observasi dan statistik pertandingan yang disajikan di laman Football Pitch.

Gol tercepat

Chanatip Songkrassin usai gol Indonesia di laga pertama final Piala AFF 2020 (c) AP Photo
Gol pertama Thailand ke gawang Indonesia yang dicetak Chanatip Songkrassin menjadi yang tercepat sepanjang Piala AFF 2020. Gol tersebut dicetak pada menit kedua.
Sebelumnya, rekor gol tercepat di FSF Cup ini dipegang oleh pemain Vietnam Nguyen Tien Lin. Dia mencetak gol pada menit kelima melawan Kamboja di babak kualifikasi Grup B.
Thailand yang tak terkalahkan

Kavin Tamsachanan (kedua dari kanan) memeluk rekan-rekan setimnya usai pertandingan pertama final Piala AFF 2020 antara timnas Indonesia dan Thailand di National Stadium, Singapura, Rabu (29 Desember 2021) WIB malam. (° C)
Thailand tak terkalahkan hingga laga ketujuh Piala FSF 2020. Di babak penyisihan Grup A, tim asuhan Alexander Polking itu meraih empat kemenangan atas Singapura (2:0), Filipina (2:1), Myanmar (4:0) dan Timor Timur 2: 0).
Kemudian di babak semifinal pertandingan pertama Thailand mengalahkan Vietnam 2-0. Kemudian mereka bermain imbang tanpa gol.
Nah di pertandingan pertama atau ketujuh terakhir Thailand mengalahkan Indonesia 4-0. Jika War Elephants menang lagi di pertandingan kedua, itu bisa menjadi hal yang sangat positif.

Ketimpangan bola

Timnas Indonesia berusaha menguasai bola usai mendapat penalti dari pemain Thailand pada laga final Piala AFF 2020 di Stadion Nasional, Rabu (29 Desember 2021), WIB malam. (c) foto AP
Kontrol bola antara Indonesia dan Thailand sangat lemah. Menurut statistik di situs Football Field, Garuda terdaftar hanya 30 persen dan Thailand – 70 persen.
Penguasaan bola yang tinggi dari Thailand menunjukkan adanya ketidakseimbangan dalam permainan kedua tim. Pasukan gajah perang terus mendominasi, dan timnas Indonesia terpaksa terus bertahan.
Akhir tahun 2000
Supachok Sarachat berusaha mengalahkan Rahmat Irianto pada laga pertama final Piala AFF 2020 antara Indonesia dan Thailand di Stadion Nasional, Rabu (29 Desember 2021) pada WIB Malam. (c) foto AP
Thailand juga mencetak empat gol untuk Indonesia di final Piala AFC. Momen ini terjadi secara tunai sejak tahun 2000.
Thailand kemudian memenangkan final 4-1 melawan Indonesia, yang masih menggunakan bentuk pertandingan. Kini di Piala FSF 2020, tim Garuda kembali mencetak empat gol, namun tersisa satu laga pamungkas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *