Bisnis promosi & marketing

Harga penetrasi, tetapkan harga rendah di awal dan mendapatkan keuntungan yang memuaskan

TerSurat.com Yogyakarta – Pernahkah Anda melihat sebuah perusahaan “membakar uang” pada awalnya dan menjual produknya dengan harga yang terlalu murah? Faktanya, istilah untuk strategi ini adalah harga penetrasi. Namun, bukankah strategi itu akan merugikan bisnis? Apa prospek jangka panjangnya dan apa saja pertimbangannya? Pastinya kepala Anda dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan seperti itu setelah membaca penjelasan di kalimat pertama. Buatlah diri Anda nyaman karena di artikel ini Anda akan menemukan penjelasan lengkap tentang harga penetrasi, serta contoh cara penggunaannya yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga : 5 tips mencari calon pelanggan agar mudah menarik pelanggan potensial

Bacalah dengan seksama agar Anda benar-benar mengerti, bukan?

Apa itu harga penetrasi?

Sebelum kita melihat contoh, Glints terlebih dahulu menjelaskan apa itu harga penetrasi. Menurut Investopedia, harga penetrasi adalah strategi untuk menawarkan harga rendah untuk produk atau layanan yang baru saja tersedia untuk umum. Ketika kata Price Points digunakan oleh Omnia Retail, tujuan utamanya adalah untuk mempromosikan produk baru, menarik pembeli baru, dan mengumpulkan pelanggan sebanyak mungkin di awal penjualan. Strategi penetapan harga ini biasanya digunakan ketika produk serupa sudah dijual oleh pesaing. Dengan cara ini, perusahaan dapat dengan mudah menarik pelanggan yang secara alami mencari harga terendah untuk produk yang kurang lebih sama. Saat orang mengenali produk, perusahaan yang menjualnya bisa keluar di pasar dan menjadi pesaing. Namun, harga rendah ini biasanya tidak bertahan lama. Ada yang hanya untuk bulan pertama atau mungkin enam bulan pertama, intinya sampai orang tertarik dan mengenali produk atau jasa yang dijual.

Baca Juga  Simak Cara Mendaftarkan Merchant Akulaku Yang Terbaru

Contoh Penerapan

Beberapa contoh penggunaan strategi penetapan harga penetrasi adalah layanan streaming (Netflix, Spotify, dan lainnya), perusahaan makanan dan minuman, serta bank.

  • Layanan streaming

Menurut Intelligence Node, Netflix adalah perusahaan jasa yang strateginya menggunakan harga penetrasi. Netflix menawarkan langganan gratis untuk pengguna baru untuk bulan pertama. Setelah waktu luang habis, Anda harus membayar biaya berlangganan bulanan. Menggunakan strategi ini di Netflix adalah contoh sempurna karena orang tidak keberatan membayar biaya berlangganan. Toh, film dan serial di dalamnya bisa dibilang sangat lengkap, dan ada opsi berlangganan yang membuatnya lebih ramah kantong.

  • Toko kelontong dan minuman

Seringkali ketika Anda pergi ke toko bahan makanan, Anda akan melihat orang membagikan sampel makanan gratis, bukan? Faktanya, ini adalah contoh nyata dari strategi penetapan harga penetrasi. Ketika pelanggan senang dengan apa yang mereka makan atau minum, otomatis mereka membelinya.

  • Bank

Bank juga bisa menggunakan strategi harga penetrasi, lho. Pada awal peluncuran, mereka menawarkan biaya manajemen gratis kepada pelanggan. Setelah sekian lama, akhirnya mereka memungut biaya administrasi bulanan. Meski banyak yang menyesali kebijakan ini, masyarakat yang mengenal bank akan tetap menggunakan layanannya.

Keuntungan dan kerugian

Meskipun terlihat cukup sederhana, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum menggunakan strategi ini. Berdasarkan Corporate Finance Institute (CFI), keuntungan dan kerugian menggunakan strategi penetapan harga penetrasi berikut ini.

  • keuntungan

1. Produk / jasa cepat diterima pasar

Seperti yang telah disebutkan, harga penetrasi memungkinkan produk atau layanan perusahaan dikenali lebih cepat oleh pelanggan potensial. Alasannya? Tentunya karena harga atau penawarannya sangat menggiurkan.

2. Mendominasi pasar

Manfaat lain dari penetapan harga penetrasi adalah memberi Anda kesempatan untuk mendominasi pasar, meskipun hanya sesaat.

Baca Juga  Sedang Viral Cara Jualan Foto Di NFT Opensea Yang Perlu Kamu Ketahui

Alasannya adalah sulit bagi pesaing untuk mengalahkan produk baru dengan penawaran yang menarik. Jendela ini adalah peluang bisnis untuk menarik pelanggan pesaing agar beralih ke mereka.

3. Membuat pelanggan lebih mungkin untuk kembali

Siapa yang tidak suka membeli barang atau jasa yang sangat murah? Jika pelanggan sudah mengetahui bahwa suatu merek menjual barang dengan harga murah, kemungkinan besar mereka akan kembali.

cacat

1. Harapan dari pelanggan sudah terpatri

Kerugian pertama dari strategi penetrasi harga adalah pelanggan sudah memiliki ekspektasi sendiri. Kalau dulu murah, mereka pasti berharap produk perusahaan itu murah. Jika naik, iAnda lebih cenderung beralih pelanggan.

2. Loyalitas pelanggan cenderung rendah

Loyalitas pelanggan juga menjadi masalah di sini. CFI menyatakan bahwa pelanggan yang terprovokasi oleh strategi ini biasanya tidak terlalu loyal. Alasannya adalah mereka selalu melompat-lompat mencari penawaran terbaik.

3. Perang harga

Seperti disebutkan di atas, manfaat dari penetapan harga penetrasi adalah dua pesaing

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *