Kenali perbedaan stres dan depresi beserta gejalanya

Kenali perbedaan stres dan depresi beserta gejalanya

Yogyakarta, tersurat.com – Kebanyakan orang mengalami stres. Namun, banyak orang yang merasa depresi. Sebenarnya, apa perbedaan antara stres dan depresi? Stres itu normal dan ada hal-hal yang baik untuk Anda dalam situasi tertentu.

Jika Anda terkena stres karena alasan seperti pekerjaan atau perencanaan pernikahan, Anda akan lebih termotivasi untuk fokus pada masalah dan meningkatkan kinerja. Namun, jika Anda terlalu stres, Anda mungkin menderita depresi, jadi berhati-hatilah. Dalam beberapa kasus, stres mungkin tidak mendahului dan depresi mungkin muncul.

    Baca Juga : Memahami perbedaan antara gangguan stres akut dan stres pasca trauma

Apa perbedaan antara Stres dan Depresi?

Stres dan depresi sering digunakan oleh para amatir sebagai istilah yang dapat dipertukarkan. Faktanya, ada perbedaan mendasar antara stres dan depresi. Stres dan depresi diperlakukan berbeda karena cara kerjanya tidak sama. Jika tidak dikelola dengan baik, depresi dapat mengancam kesehatan mental, fisik, bahkan nyawa. Jadi, penting untuk mengenali perbedaan antara stres dan depresi agar dapat merawat diri sendiri dengan benar sebelum terlambat.

Stres biasanya dimulai dengan perasaan terbebani oleh banyak tekanan di dalam dan di luar seseorang, yang telah berlangsung cukup lama. Stres bisa membuat Anda lebih bersemangat menghadapi suatu tantangan, tetapi stres juga bisa mengecewakan Anda. Ini karena orang yang berbeda memiliki mekanisme yang berbeda untuk mengatasi stres.

Ketika Anda mengalami stres, tubuh Anda membaca serangan dan ancaman. Sebagai mekanisme pertahanan diri, tubuh memproduksi berbagai hormon dan bahan kimia, termasuk adrenalin, kortisol, dan norepinefrin. Hasilnya, Anda dapat merasakan peningkatan energi dan konsentrasi serta merespons penyebab stres secara efektif.

Tubuh juga secara otomatis mematikan fungsi tubuh yang tidak perlu seperti pencernaan. Namun, ketika stres terjadi pada saat-saat yang tidak perlu, darah mengalir ke area yang membantu reaksi tubuh, seperti kaki dan tangan, dan fungsi otak menurun. Inilah sebabnya mengapa begitu banyak orang merasa sulit untuk berpikir jernih ketika mereka sedang stres.

Tidak seperti stres, depresi adalah penyakit mental dimana suasana hati, emosi, stamina, nafsu makan, pola tidur, dan konsentrasi seseorang berkurang. Depresi tidak memiliki tanda-tanda kesialan dan cacat karakter. Depresi absen dari kondisi alam seperti stres dan panik. Orang yang depresi biasanya merasa kecil hati atau termotivasi, terus berduka dan gagal, atau merasa lelah. Kondisi ini bisa bertahan lebih dari 6 bulan.

Oleh karena itu, penderita depresi umumnya mengalami kesulitan untuk melakukan aktivitas kesehariannya yang normal, seperti bekerja, makan, bersosialisasi, belajar, atau mengemudi. Siapa pun dapat mengalami depresi, terutama jika anggota keluarga dekat Anda memiliki riwayat depresi. Penelitian juga menunjukkan bahwa wanita memiliki risiko lebih tinggi mengalami depresi dibandingkan pria.

Gejala yang terjadi ketika mengalami stres

Stres bisa menimpa siapa saja, termasuk anak usia sekolah. Perhatikan gejala depresi berikut untuk mengetahui apakah Anda sedang mengalami stres dan depresi.

  • Sulit tidur
  • Gangguan memori
  • Kebingungan konsentrasi
  • Ganti makanan
  • Iritabilitas dan mudah tersinggung
  • Sering gugup atau aktif
  • Merasa kewalahan dengan pekerjaan di sekolah atau di tempat kerja
  • Takut tidak bisa melaksanakan tugas dengan baik

Gejala yang terjadi akibat depresi

Gejala depresi jauh lebih kompleks daripada gejala stres. Meskipun permulaannya cenderung bertahap, sulit untuk benar-benar mengetahui kapan depresi pertama kali terjadi. Berikut berbagai gejala depresi yang biasa terjadi.

  • Pengunduran diri sosial dan keluarga dari lingkaran
  • Sedih seolah tidak ada harapan
  • Kurangnya antusiasme, motivasi, energi dan stamina
  • Kesulitan dalam membuat keputusan
  • Lebih sedikit atau lebih banyak makanan dari biasanya
  • Tidur kurang atau lebih lama dari biasanya
  • Berkurangnya konsentrasi
  • Sulit untuk diingat
  • Perasaan bersalah, gagal, dan kesepian
  • Selalu berpikiran negatif
  • Mudah kecewa, marah, tersinggung
  • Kesulitan dalam aktivitas sehari-hari
  • Kehilangan minat pada hal-hal yang pernah Anda nikmati sebelumnya
  • Pikiran untuk bunuh diri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *