dasar-dasar Digital Marketing

Jenis Strategi Pemasaran Offline Yang Masih Digunakan Perusahaan

TerSurat.com Yogyakarta – Saat ini banyak perusahaan (baik besar maupun baru) yang mulai menerapkan strategi pemasaran online. Strategi pemasaran online tidak hanya lebih sederhana dan lebih murah, tetapi juga dapat membuat iklan atau promosi perusahaan tersedia lebih luas. Meski begitu, beberapa perusahaan masih menerapkan strategi pemasaran offline. Kenapa ini? Karena strategi pemasaran offline masih relevan bagi perusahaan, terutama untuk kebutuhan pemasarannya.

Baca Juga : 5 Alat Otomatisasi Pemasaran Email untuk Strategi Pemasaran yang Sukses

Strategi pemasaran offline sendiri terdiri dari beberapa jenis. Semua jenis strategi pemasaran offline masih banyak digunakan oleh bisnis saat ini.

Semua jenis strategi pemasaran offline adalah sebagai berikut!

1. Menggunakan baliho di jalan raya

Sekalipun Anda harus membayar banyak uang, beberapa perusahaan ingin menggunakan jenis strategi pemasaran offline ini. Hal ini dikarenakan posisi reklame sendiri sangat strategis yaitu: di jalan raya. Lokasinya yang berada di jalan utama membuat iklan billboard mudah terlihat oleh banyak orang, terutama mereka yang lalu lalang di jalan tersebut. Strategi pemasaran offline ini sendiri dilakukan dengan memasang iklan di baliho yang mereka sewa.

Iklan yang dipasang biasanya mengedepankan tampilan visual dan meminimalkan teks atau informasi pada iklan tersebut. Misalnya: Tunjukkan orang-orang yang mengonsumsi produk atau melakukan sesuatu. Teks itu sendiri digunakan untuk menyebutkan nama produk / layanan yang diiklankan. Jika tidak, teks yang digunakan biasanya mencantumkan slogan atau motto perusahaan, produk, atau jasa yang sedang dipromosikan. Hal itu dilakukan agar iklan dapat tersampaikan seefektif mungkin kepada mereka yang berkendara dan melintas di jalan bebas hambatan.

Baca Juga  Dropship VS reseller, mana yang lebih CUAN?

2. Bagikan kartu nama

Berbeda dengan strategi offline sebelumnya, strategi pemasaran offline yang satu ini lebih hemat biaya. Metodenya juga cukup sederhana. Perusahaan hanya perlu membagikan kartu nama kepada beberapa klien dan kliennya. Cara membagikannya pun tidak sembarangan. Biasanya, perusahaan membagikan kartu nama pada waktu tertentu. Misalnya: dalam agenda meeting atau meeting dengan klien; Gathering acara dengan konsumen; dan pada saat-saat tertentu lainnya. Strategi pemasaran offline ini masih digunakan karena sangat efektif terutama saat meluncurkan bisnis. Selain itu, strategi pemasaran offline ini juga dapat menjadi cara untuk menghubungkan perusahaan dengan pelanggan dan konsumennya. Ini karena perusahaan biasanya mengisi kartu nama dengan nama dan kontak (baik nomor telepon, email (email), atau bahkan keduanya) perusahaan itu sendiri. Dimasukkannya dua informasi ini membuat mereka dikenal dan dapat diakses oleh pelanggan dan konsumen mereka.

3. Menggunakan Iklan Baris Offline

Meskipun saat ini sudah banyak yang memasang iklan melalui iklan baris online, namun penggunaan iklan baris offline masih digunakan sebagai strategi pemasaran offline. Hal ini terbukti dari banyaknya iklan baris di koran dan majalah. Iklan baris offline biasanya dapat dilakukan oleh berbagai media offline khususnya surat kabar dan majalah. Iklan baris offline biasanya ditempatkan di beberapa bagian halaman media offline. Misalnya: di atas halaman, di tengah, atau di bawah. Bahkan pada media offline tertentu (khususnya surat kabar), iklan baris offline biasanya hanya ditempatkan pada satu halaman khusus yang disediakan oleh media tersebut.

4. Menggunakan Advetorial di Koran dan Majalah

Selain iklan baris, perusahaan sering menggunakan advetorial di koran dan majalah. Advetorial sendiri merupakan strategi periklanan dan strategi pemasaran offline yang disajikan dengan gaya jurnalistik. Sederhananya, advetorial adalah iklan yang ditulis dengan gaya berita atau bahasa artikel sehingga bentuknya menyerupai berita atau artikel di media cetak (terutama surat kabar dan majalah). Strategi pemasaran offline ini sangat cocok, terutama untuk perusahaan yang ingin beriklan atau memasarkan dengan cara yang halus dan menarik. Biasanya, ketika sebuah perusahaan ingin menggunakan strategi pemasaran offline ini, perusahaan tersebut mencari nasihat langsung dari media (baik surat kabar maupun majalah). Perusahaan hanya perlu menyediakan rangkaian data yang nantinya dimasukkan ke advetorial yang akan dibuat.

Baca Juga  7 Jenis Pekerjaan Pemasaran yang Mungkin Belum Anda Ketahui

5. beriklan di TV

Di Indonesia, televisi merupakan media yang dapat diakses oleh semua kalangan. Dari kelas menengah hingga kelas menengah ke bawah, bisa dipastikan mereka akan memiliki akses televisi. Karena semua grup dapat mengaksesnya, orang-orang ini perlu memiliki akses ke semua konten (termasuk iklan). Itulah mengapa beriklan di televisi menjadi salah satu strategi pemasaran offline yang digunakan hingga saat ini

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *