penceggahan coronavirus

Pelacakan jumlah kasus positif COVID-19 anak di Indonesia

TerSurat.com Yogyakarta – Ternyata anak-anak termasuk kelompok yang rentan tertular COVID-19. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menemukan angka kasus COVID-19 pada anak di Indonesia bahkan tertinggi di Asia.Jumlah kasus tersebut kemungkinan akan lebih banyak mengingat hanya sedikit kasus Orang Tanpa Gejala (OTG) yang melakukan pemeriksaan.

Baca Juga : Bukan Ular atau Kelelawar, Coronavirus Diduga Berasal dari Trenggiling

Kasus positif COVID-19 pada anak di Indonesia

Anak stres selama pandemi

Ketua Dewan Direksi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), DR. DR. Aman Bhakti Pulungan, SpA (K), FAAP dan FRCPI (Hon) belum lama ini merilis data kasus COVID-19 pada anak di Indonesia.  Berikut rincian jumlah kasus dari data IDAI yang diperbarui pada Senin (18/5).

  • Pasien dalam pengawasan (PDP) anak sebanyak 3.324 kasus.
  • Status PDP pada Anak dengan meninggal sebanyak 129 kasus.
  • 584 anak dipastikan positif COVID-19.
  • Ada 14 kematian anak akibat positif infeksi COVID-19.

Dokter Aman mengatakan kasus COVID-19 pada anak di Indonesia merupakan yang tertinggi di Asia. Dia mencontohkan Singapura, Malaysia, dan Filipina yang sebelumnya tidak ada laporan kematian anak akibat COVID-19. Aman mengatakan tingginya angka kasus penularan pada anak disebabkan minimnya pemeriksaan dan skrining COVID-19 pada anak. Kurangnya tes yang dilakukan mengakibatkan keterlambatan dalam deteksi dan pengobatan.

“Jika deteksi dini dilakukan sedini mungkin, angka kasus COVID-19 pada anak tidak akan setinggi itu,” kata Dokter Aman, Rabu (20/5), dalam siaran langsung Instagram bersama komunitas ibu-ayah. Dalam keterangan resminya, Jumat (22/5), IDAI berpesan kepada pemerintah untuk tidak membuka sekolah dalam waktu dekat. Membuka sekolah saat ini bukanlah pilihan yang tepat karena penyebaran COVID-19 di sekolah akan sulit dikendalikan. Berdasarkan data tersebut, IDAI juga menekankan bahwa anggapan bahwa anak-anak bukan kelompok yang rentan terhadap COVID-19 adalah miskonsepsi. Padahal, komplikasi infeksi COVID-19 juga bisa terjadi pada anak-anak. Jika penularan ke anak terus meningkat, dikhawatirkan rumah sakit akan kewalahan dan tidak bisa menerima pasien.

“Rumah sakit tidak akan mencukupi jika jumlah penularan anak terus meningkat. Indonesia belum memiliki rumah sakit anak yang didedikasikan untuk menangani COVID-19,” kata Dokter Aman.

Bagaimana risiko seorang anak terinfeksi COVID-19?

seorang anak dengan infeksi Covid-19

Awal dari Harvard Health Publishing, sebuah studi pediatrik di China, menunjukkan bahwa sekitar 90% anak yang terinfeksi COVID-19 tidak memiliki atau hanya memiliki gejala ringan hingga sedang. Artinya, anak yang terjangkit COVID-19 akan mengalami gejala yang lebih ringan, seperti demam dan batuk. Hanya saja, data tersebut dibantah dengan data kasus COVID-19 pada anak-anak di Indonesia yang juga berisiko mengalami gejala parah. Pemahaman bahwa anak-anak hanya memiliki gejala ringan saat terinfeksi COVID-19 terbantahkan.

“Tingginya angka kesakitan dan kematian anak akibat COVID-19 di Indonesia, yang di tunjukan Hasil data (IDAI)” tulis IDAI. Gejala infeksi COVID-19 pada anak bisa saja sama dengan pada orang dewasa, seperti batuk, panas, tegang, atau gejala pneumonia. Selain itu, anak yang terinfeksi COVID-19 dapat menunjukkan gejala diare, mual, dan muntah.

“Mengatakan bahwa seorang anak (terinfeksi COVID-19) tidak bisa berakibat fatal itu tidak benar,” jelas Dokter Aman. Dokter Aman mengklasifikasikan gejala tersebut menjadi dua jenis, yaitu pneumonia dan diare. Kedua jenis gejala ini harus menjadi perhatian: Pneumonia dan diare adalah beberapa penyebab kematian anak yang paling umum di Indonesia. Diperkirakan 19.000 anak Indonesia meninggal akibat peneumonia, Menurut data UNICEF pada tahun 2018.

Anak imunisasi Covid-19

Sebenarnya ada gejala berbeda yang disebabkan oleh infeksi COVID-19 pada setiap pasien. Infeksi COVID-19 pada anak merupakan kasus yang rumit. Di Amerika Serikat ada lusinan anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *