Tidur malam yang sehat sebaiknya dengan menyalakan atau mematikan lampu

Tidur malam yang sehat sebaiknya dengan menyalakan atau mematikan lampu?

Yogyakarta, Tersurat.com – Tidur adalah salah satu aktivitas yang harus kita lakukan dan perlu dilakukan pada waktu yang tepat. Orang dewasa membutuhkan 7-8 jam tidur, dan anak-anak serta remaja membutuhkan sekitar 10 jam.

Lama tidur tentunya dapat merusak sistem pencernaan dan peredaran darah tubuh, yang tidak baik untuk tubuh. Tidak hanya itu, tidur dengan pencahayaan bisa berdampak negatif bagi kesehatan Anda. Jadi, bagaimana Anda biasanya tidur yang baik? Nyalakan atau matikan lampu?

    Baca Juga : Hati-hati: Risiko kesehatan jika langsung tidur sesaat setelah makan sahur

Pentingnya tidur dengan sedikit cahaya telah diteliti oleh para ahli. Bahkan saat kita tidur, kita bisa mendeteksi cahaya di kelopak mata dan otak sehingga tidak memproduksi melatonin. Walsleben juga mengatakan bahwa kita membutuhkan kegelapan dalam ruangan gelap yang dapat kita hadapi tetap dapat mendeteksi keberadaan benda.

Apa efek dari menyalakan lampu ketika tidur?

Meningkatnya kemungkinan terkena kanker
Pencahayaan malam merupakan faktor risiko penting untuk mengembangkan kanker payudara, menurut peneliti yang meninjau data dari 1.679 wanita yang menerbitkan penemuan mereka di Chronobiology International. Namun, ilmuwan lain berpendapat bahwa ketika siklus kerja terganggu, hormon stres dilepaskan, yang dapat meningkatkan risiko kanker.

Pencahayaan buatan menciptakan lemak tubuh
Sirkulasi sistemik 24 jam kami mengontrol beberapa hormon seperti ghrelin, insulin, dan serotonin yang mempengaruhi nafsu makan, penumpukan lemak, dan suasana hati. Oleh karena itu, yang mengganggu sirkulasi dapat menyebabkan obesitas, diabetes tipe 2, dan depresi. Faktanya, dokter ilmuwan American Medical Association telah menemukan kejadian ini.

Baca Juga  Penghapusan mudik seiring Indonesia belajar dari perkembangan di India

Penyebab insomnia akibat pencahayaan saat tidur
Beberapa ahli berpendapat bahwa menyalakan lampu pada malam hari dapat memiliki efek biologis. Menurut sebuah studi Universitas Harvard, pencahayaan larut malam pada bola lampu pijar mengurangi kadar melatonin dan membuat Anda lebih sulit tidur.

Berbahaya bukan hanya penerangan di atas kepala, tapi juga layar komputer, semua tingkat pencahayaan yang bisa dilihat di rumah pada malam hari seperti TV dan tablet elektronik bisa menekan sekresi melatonin.

Sebuah studi tahun 2011 menunjukkan bahwa lima jam sebelum waktu tidur, cahaya yang dihasilkan pada layar komputer dapat menunda pelepasan melatonin dan mempengaruhi siklus kerja.

Rotasi shift kerja malam dapat mempengaruhi menstruasi
Studi menunjukkan bahwa rotasi shift bekerja meningkatkan pencahayaan pada malam hari dapat mempengaruhi siklus menstruasi perempuan. Penelitian ini melibatkan 71.077 wanita yang berpartisipasi dalam Nurse Health Study II.

Satu dari lima peserta bekerja shift malam setidaknya selama satu bulan selama dua tahun studi. Semakin banyak operasi shift waktu yang Anda lakukan, siklus menstruasi Anda semakin tidak teratur.

Pencahayaan saat tidur menyebabkan depresi
Gangguan tidur sangat erat kaitannya dengan risiko depresi dan pengalaman stres. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Molecular Psychiatry, pencahayaan malam mirip dengan tidur antara gelap dan terang, sehingga dapat meningkatkan perubahan fisiologis yang sama seperti pada hewan pengerat.

Pada hamster, pencahayaan malam yang rendah menyebabkan perilaku seperti depresi dan perubahan otak. Hal ini dapat disebabkan tidak hanya dengan menekan melatonin, tetapi juga mengganggu siklus kerja. Kabar baiknya adalah gejala hilang saat pencahayaan normal pulih.

Tips memasang pencahayaan di kamar tidur

Seperti ruangan lainnya, kamar tidur membutuhkan pencahayaan yang baik. Selain tidur, Anda dapat melakukan banyak pekerjaan lain di ruang privasi Anda. Misalnya berpakaian, bekerja, istirahat, membaca buku, dan merias wajah.

Baca Juga  Cara termudah meningkatkan kebugaran tubuh

Pada dasarnya, sesuaikan pencahayaan di kamar tidur seperti ruangan lainnya. Pasang bohlam watt kecil yang teduh di tengah langit-langit agar cahaya membaur ke segala arah.

Namun, ada baiknya juga untuk memasang satu atau dua bohlam tambahan yang ditempatkan secara strategis untuk mencegah sinar jatuh ke mata. Jangan memilih pencahayaan LED yang memancarkan cahaya biru ke dalam ruangan.

Cahaya biru justru membuat Anda sulit tidur di malam hari. Efek ini berkaitan dengan pergerakan tubuh dan siklus. Pencahayaan LED biru terbukti mengurangi produksi hormon melatonin (hormon tidur).

Hal ini akan lebih lama daripada saat Anda tidur, karena Anda akan mempertahankan kegembiraan di malam hari. Kenakan lampu malam merah untuk merangsang produksi melatonin dalam semalam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *