Bagi lansia yang susah makan, cobalah untuk beralih ke makanan ini

Bagi lansia yang susah makan, cobalah untuk beralih ke makanan ini

Yogyakarta, Tersurat.com – Seperti halnya usia tua, lansia masih membutuhkan berbagai zat gizi seperti protein, vitamin, dan mineral bagi lansia untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Sayangnya, orang tua mungkin sulit makan. Hal ini dapat membuat lansia menjadi kurus dan kekurangan nutrisi tertentu serta malnutrisi pada lansia.

    Baca Juga : Perkuat daya pikir lansia dengan melakukan aktivitas sehat ini secara rutin!

Mengapa terasa sulit bagi lansia untuk makan?

Meski memasuki usia tua, lansia perlu memenuhi kebutuhan nutrisinya seperti halnya anak-anak, remaja, dan dewasa. Banyak nutrisi yang didapat dari makanan ini justru mengubah fungsi dan membantu melindungi tubuh dari berbagai penyakit, untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan imun lebih lanjut. Masalahnya adalah orang tua seringkali kurang nafsu makan.

Perubahan fungsi fisik lansia

Penuaan menyebabkan perubahan fisiologis (fungsi fisik) pada lansia dan mempengaruhi nafsu makan mereka. Ini termasuk perubahan dalam sistem pencernaan dan hormonal, disfungsi sensorik, penyakit, dan berkurangnya kebutuhan energi.

Secara umum, orang tua di atas usia 65 tahun mengalami penurunan produksi air liur. Kondisi ini tidak berkaitan dengan usia, tetapi menyebabkan efek samping seperti mual dan muntah. Kedua, manula memiliki kesehatan mulut yang buruk atau sulit mengunyah makanan dengan benar menggunakan gigi palsu. Kondisi ini diperparah karena proses pengosongan gambut pada lansia berjalan lambat dan memakan waktu dua kali lebih lama.

Produksi hormon ghrelin juga berkurang. Hormon ini berfungsi memberi sinyal pada otak untuk meningkatkan nafsu makan. Belum lagi penyakit kronis yang menyerang, justru memperburuk nafsu makan para lansia.

Baca Juga  5 pilihan jus untuk diet penurunan berat badan

Perubahan psikologis yang dialami oleh lansia

Lansia yang tidak makan dengan benar atau tidak bisa mengunyah dengan benar juga dapat dipengaruhi oleh suasana hati dan lingkungan sosialnya. Penyakit mental yang terjadi pada lansia seperti depresi seringkali menyerang lansia.

Penyakit mental ini menyebabkan para lansia terus kehilangan minat pada banyak hal, termasuk kesedihan dan makan enak. Para lansia, terutama yang tinggal sendiri dan sudah pensiun, umumnya kesulitan berbelanja dan memasak.

Jenis makanan untuk lansia yang kesulitan makan

Perihal menutupi gizi pada lansia, perlu diperhatikan pilihan makanan bagi mereka yang mengalami kesulitan makan. Sertakan makanan yang kaya protein, vitamin, dan mineral sebagai pendamping diet harian. Pun termasuk sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, daging, dan lainnya.

Perhatian harus diberikan tidak hanya dalam pemilihan makanan yang tepat dan cara makanan yang disiapkan dan disajikan. Tujuannya agar orang tua mudah mengunyah dan menelan makanan tersebut. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Pilihan makanan bertekstur halus
    Lansia yang memiliki masalah gigi atau kesulitan menelan khawatir akan makan makanan dengan tekstur yang keras. Makanan ini justru bisa membuat gigi Anda semakin parah. Nasi dapat diolah menjadi lembut atau bisa dibuat sup sayur. Saat memilih buah-buahan, jangan berikan buah utuh, terutama yang berbiji tinggi. Olahlah menjadi jus buah dengan sedikit atau tanpa gula. Anda juga bisa memilih buah-buahan dengan tekstur yang lembut seperti alpukat, naga atau pepaya.
  • Kurangi ukuran makanan
    Kendala lain bagi lansia untuk makan makanan adalah ukuran makanan yang terlalu besar. Oleh karena itu, sangat baik untuk memotong sayuran menjadi potongan-potongan kecil yang tidak terlalu panjang. Begitu pula dengan daging ayam dan sapi, potonglah kecil-kecil.
  • Kurangi garam berlebihan
    Kurangi penggunaan garam dari makanan orang lansia. Pasalnya, makanan tinggi garam dapat meningkatkan tekanan darah dan tidak baik untuk lansia dengan tekanan darah tinggi. Oleh karena itu, Anda lebih baik menggunakan rempah-rempah dan memanfaatkannya dengan lebih baik untuk memperkaya rasa.
  • Pengolahan makanan rebus
    Tidak hanya jumlah lemak pada gorengan yang meningkat, kekerasan makanan yang digoreng juga meningkat. Karena itu, jangan menggoreng untuk mengolah makanan. Cara merebus lebih baik karena menghasilkan tekstur makanan yang halus dan tentunya menggunakan lebih sedikit minyak.
  • Tidak terlalu dingin atau terlalu panas saat menyajikan makanan
    Baik makanan utama maupun camilan, jangan beri lansia makanan yang terlalu dingin atau panas. Kondisi makanan yang terlalu dingin, teksturnya yang lebih keras bisa membuat lidah tidak nyaman. Sedangkan, bisa melukai mulut orang lansia jika makan makanan panas.
Baca Juga  Batuk sangat mengganggu aktivitas? Lakukan ini untuk mengatasi batuk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *