jari sakit karena bermain Smartphone, Apa yang bisa dilakukan untuk menghindari jempol smartphone?

Transformasi media tradisional di tengah kemajuan teknologi media sosial

TerSurat.com Yogyakarta – BANYAK orang percaya bahwa perkembangan teknologi informasi yang dipadukan dengan internet akan menyebabkan media tradisional seperti televisi, radio dan media cetak mati bahkan mati. Anggapan ini tentunya tidak sepenuhnya benar. Karena media tersebut masih eksis sampai sekarang. Untuk bertahan dan eksis, mereka mengalami transformasi komprehensif untuk beradaptasi dengan perilaku pasar dan kelompok sasaran baru.

Baca juga : TikTok dan cara kerjanya di dunia media sosial

Teknologi informasi yang melahirkan era digital telah memicu perubahan gaya hidup masyarakat sehari-hari, termasuk kebiasaan mengonsumsi media. Saat ini masyarakat lebih suka mengakses informasi, hiburan, dan berita kapan saja, di mana saja melalui ponsel. Sebagai kesimpulan, analisis para peneliti menemukan korelasi yang kuat (asosiasi, bukan penyebab) antara penggunaan media sosial dan gangguan tidur. Volume dan frekuensi interaksi media sosial yang lebih tinggi dikaitkan dengan kemungkinan masalah tidur yang lebih tinggi. Volume mengukur jumlah waktu yang dihabiskan seorang remaja di media sosial setiap hari. Frekuensi mengukur jumlah kunjungan ke situs web media sosial selama seminggu, juga dikenal sebagai frekuensi Anda masuk ke situs web dan berinteraksi dengan pengguna lain.

Aktivitas ini memicu gairah emosional, kognitif, dan fisiologis otak, membuat Anda merasa segar dan melupakan tidur. Atau mungkin beberapa orang pada awalnya sulit tidur. Jadi gunakan media sosial Anda untuk menghabiskan waktu sebelum Anda bisa kembali tidur. Dan bahkan jika Anda tidak termasuk dalam dua kelompok di atas, pengguna internet pasif dapat mengakses jam biologis tubuh (ritme sirkadian) melalui cahaya biru terang perangkat, cukup dengan menggulir garis waktu pada tengah malam agar tidak ketinggalan pembaruan apa pun. di akun media sosial.

Baca Juga  Pemetaan potensi ikan asli Indonesia untuk kegiatan ekonomi

Selain menjaga keluarga dan teman-teman mereka tetap up to date, media sosial telah menjadi saluran media lain tempat berita dan informasi terbaru dapat diakses.

Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa stasiun radio juga telah beradaptasi untuk menawarkan streaming langsung kepada pendengarnya. Dan saat ini beberapa stasiun radio telah mengudara tanpa frekuensi radio, tetapi hanya melalui streaming online.

Kebiasaan lain mengonsumsi media baru adalah masyarakat hanya mengonsumsi konten pilihannya, yang kemudian menciptakan apa yang disebut media niche. Media khusus telah ada selama bertahun-tahun, tetapi pada saat yang sama pemirsa menuntut lebih banyak. Anda ingin ceruk media memiliki konten yang tidak hanya didasarkan pada demografis tetapi juga data psikografis dan secara otomatis dikirimkan kepada mereka. Hasilnya, aplikasi pemutar video / film terus berkembang pesat.

Sekarang orang telah beralih dari konsumen media pasif menjadi distributor media aktif. Beberapa penerbit besar menawarkan fitur pembuatan konten untuk lebih terlibat dalam viralisasi konten. Namun, pada saat yang sama, mereka juga sangat berisiko mendapat lelucon yang dapat berdampak negatif pada diri mereka sendiri.

Oleh karena itu, semua topik di atas dibahas dalam seminar bertajuk Media Now. Seminar sehari ini dimoderatori oleh Global Digital Prima (GDP) Venture, salah satu unit bisnis Djarum Group. Berlangsung pada Selasa (05.09.2017) di Bali Ballroom Hotel Kempinski. Seminar tersebut menghadirkan banyak pembicara antara lain Juru Bicara Presiden Johan Budi, Perwakilan Dewan Pers Sinyo Harry, dan beberapa aktivis media seperti David Wayne Ika (Kurio), Devita Triwardhani (MRA Broadcast Media Division), Jaeson Ma (88Rising) dan Teguh Poeradisastra (SELF) .

” Membuat konten yang menarik  Saat ini menjadi sebuah keharusan. Tidak hanya harus kaya konten, tetapi juga harus disampaikan dalam format audio dan video yang menarik.” Jaeson Ma menjelaskan

Baca Juga  Keunggulan Pendidikan Anak Usia Dini dan Kekurangan (PAUD)

Seminar yang sebagian besar dihadiri oleh perwakilan media nasional ini bertujuan untuk memberikan wawasan bagaimana media harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital saat ini, termasuk membangun bisnis digital yang relevan di industri media. # RWD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *