Alasan pengaruh media sosial bisa membuat orang antisosial

TerSurat.com Yogyakarta – Media sosial diciptakan untuk mempermudah komunikasi. Sayangnya, pengaruh media sosial justru sebaliknya. Faktanya, saat ini banyak orang yang lebih asyik menyendiri dengan gadget atau akun di dunia maya dibandingkan dengan interaksi sosial di dunianya. Lantas benarkah media sosial justru membuat Anda antisosial?

Baca juga : Ketahuilah Berikut Cara membuat konten menarik di media sosial

1. Apa antisosial dari sudut pandang psikologis?

Perbedaan antara psikiatri dan antisosial yang sering disebut-sebut dalam kehidupan sosial dalam sehari-hari. Antisosial dalam psikologi disebut juga skizoid. Ini juga merupakan gangguan kepribadian di mana Anda menghindari kontak dengan orang lain dan tidak menunjukkan banyak emosi. Skizoid sebenarnya lebih suka menyendiri dan mencari pekerjaan yang membutuhkan sedikit kontak sosial.

Seperti di dalam kehidupan sehari – hari antisosial yaitu salah satu dampak dari media sosial yang lebih aktif di dunia maya ketimbang berinteraksi di dunia nyata sering diartikan antisosial yang kerap menjadi guyonan dalam perbincangan sehari-hari. Lihat penjelasan di bawah untuk detail lebih lanjut tentang efeknya

2. Riset menunjukkan bahwa media sosial membuat kurang bersosialisasi

Penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang menghabiskan banyak waktu di media sosial dan memeriksa media sosial setidaknya dua kali sehari lebih cenderung merasa terisolasi secara sosial. Selain itu, penggunaan media sosial semakin disalah artikan belakangan ini. Misalnya, mereka percaya bahwa media sosial dapat menggantikan pengalaman sosial yang lebih nyata. Karena semakin banyak waktu yang dihabiskan seseorang untuk online, semakin sedikit waktu yang mereka habiskan untuk interaksi nyata.

Baca Juga  Nggak selamanya jelek, ini 3 manfaat perangkat tumbuh kembang anak

Shannon Poppito, psikolog di Baylor Medical University di Dallas, mengatakan bahwa ketika orang menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial, mereka memutuskan hubungan dari kehidupan nyata dan akhirnya merasa kurang terhubung dengan diri mereka sendiri. Dengan terus berpartisipasi dalam kehidupan orang lain melalui penggunaan media sosial sehari-hari, mereka mulai membandingkan diri mereka dengan apa yang dihadirkan orang lain di dunia maya. Poppito juga mengatakan bahwa mereka dapat mengalami depresi karena tidak dapat menampilkan diri di dunia nyata.

3. Bagaimana caranya agar tidak menjadi antisosial meski sering bermain di media sosial?

Menurut Dr. Poppito, pengaruh media sosial mempengaruhi perkembangan psikologis dan sosial seseorang, apalagi jika Anda sudah mengenal media sosial sejak kecil. Hal ini dikarenakan anak-anak di masa kanak-kanak membutuhkan rangsangan dan sosialisasi di dunia nyata, seperti bermain dan mengobrol satu sama lain. Otak manusia membutuhkan interaksi multisensor sejak usia dini untuk mengembangkan sel saraf yang sehat dan berfungsi di kemudian hari. DR. Poppito menyarankan bahwa ada baiknya orang tua Anda, atau Anda yang terjebak dengan pengaruh media sosial, untuk membatasi penggunaan dan waktu Anda di dunia maya. Jangan lupa untuk tetap terhubung dengan dunia nyata Anda juga. Cobalah berinteraksi, setidaknya saling menyapa, atau saling menyapa saat bertemu keluarga, teman, atau orang lain di luar sana.

4. Menelan pengaruh media sosial yang positif

Terkadang dampak media sosial sama dengan dampak negatif, tetapi tidak juga. Media sosial juga menawarkan banyak keistimewaan dan manfaat yang memungkinkan kami untuk tetap terhubung dengan orang yang Anda cintai, terhubung kembali dengan teman lama, dan bahkan menemukan kesamaan dengan orang-orang di dunia sekitar Anda. Tapi ingat, segala sesuatu yang istimewa di dunia ini tidak selalu baik. Anda masih perlu membatasi dan menyeimbangkan dunia virtual dan dunia nyata. Jika Anda tetap seimbang, kesehatan mental dan fisik Anda akan baik-baik saja tanpa terganggu.

Baca Juga  KOPI TIDAK HANYA TENTANG RASA PAHIT ! MENGENAL LEBIH DEKAT KOPI ARABIKA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *