pemanfaatan media sosial yang baik, bijak & benar

Pikirkan Lagi Sebelum Anda Curhat Di Media Sosial

TerSurat.com Yogyakarta – Obrolan media sosial TerSurat.com Yogyakarta sepertinya akan membuat sebagian besar orang lega dan puas, apalagi jika percakapan tersebut disambut dengan “suka” atau komentar yang mendukung. Berhati-hatilah. Tanpa Anda sadari, hal itu bisa berdampak negatif pada kehidupan sosial Anda, lho. Sekarang media sosial sepertinya tak bisa lepas dari aktivitas keseharian banyak orang. Banyak yang percaya bahwa mengungkapkan kebencian, amarah, atau kesedihan melalui media sosial bisa melegakan hati mereka. Namun, sebenarnya banyak konsekuensi dari tindakan ini.

Baca juga : 3 trik mengontrol diri agar tidak kecanduan media sosial

Bagikan berbagai kemungkinan efek negatif di media sosial

Berbicara dengan teman bisa baik untuk Anda, tetapi mengambil risiko yang tidak semestinya di media sosial seringkali tidak menyelesaikan masalah tetapi justru dapat menyebabkan kecemasan dan kecanduan gadget. Selain itu, efek negatif dari penggunaan media sosial yang berlebihan meliputi:

1. Emosi yang semakin terpendam

Memang, beberapa orang yang curhat atau mengungkapkan perasaan negatif di media sosial mungkin merasa lega. Namun, perasaan lega dan tenang ini sebagian besar bersifat jangka pendek. Orang yang terbiasa mengekspresikan kemarahan mereka di media sosial cenderung tidak dapat menyelesaikan masalah mereka sepenuhnya. Hal ini menyebabkan perasaan marah tetap ada dan menumpuk, membuatnya semakin mungkin untuk mengungkapkan amarahnya secara negatif di dunia nyata.

2. Kehilangan persahabatan

Ada orang yang sering memberitakan di media sosial tentang hal-hal di sekitar mereka, termasuk pekerjaan atau lingkungan sekitarnya. Terkadang mereka tidak menyadari bahwa postingan tersebut juga dapat dibaca oleh karyawan di kantor dan bahkan menyinggung perasaan seseorang. Studi tersebut menemukan bahwa banyak orang kehilangan pertemanan karena postingan media sosial mereka. Faktanya, cukup banyak yang telah dilaporkan ke atasan mereka di kantor dan terbukti tidak profesional.

3. Emosi yang diekspresikan bisa menular dan negatif

Faktanya, posting marah lebih sering dibagikan daripada posting tentang kegembiraan. Inilah yang membuat emosi marah menjadi viral lebih cepat. Para peneliti menemukan bahwa emosi negatif seseorang dapat muncul dari status negatif yang diposting orang lain di media sosial.

Bagaimana menghindari efek negatif dari berbagi di media sosial

Sekarang setelah Anda memahami implikasi di atas, langkah selanjutnya adalah memahami cara-cara ekspresi media sosial yang lebih sehat:

1. Batasi kontribusi yang bersifat pribadi

Akan lebih baik jika Anda berhenti mengupload barang pribadi seperti: B. hubungan pribadi Anda. Akan tetapi, bukan berarti Anda tidak boleh menunjukkan kasih sayang kepada orang yang anda cintai seperti keluarga maupun pasangan. Anda tetap bisa melihatnya, tapi hindari upload yang terlalu berlebihan, terlalu personal, atau bahkan sengaja untuk dipamerkan.

2. Tunda unggah

Setelah Anda menulis banyak tentang apa yang Anda keluhkan, tahan tombol sebelum mengklik opsi “Kirim”. Coba alihkan perhatian Anda dengan melakukan hal-hal lain, seperti: Misalnya bermain game, menonton serial di YouTube atau TV, dan membaca buku. Pernapasan dalam dan relaksasi juga dipercaya dapat mengurangi perasaan negatif dan menenangkan Anda. Anda juga dapat merenungkan diri sendiri dan memikirkan konsekuensi dari menyebarkan kata-kata yang Anda ketikkan

3. Hindari mengungkapkan detail

Hindari mengupload cerita atau foto tentang hal-hal yang tidak sepenting atau terlalu detail, seperti: B. Menu sarapan pagi Anda setiap pagi, apalagi jika sebagian besar teman media sosial Anda juga merupakan orang yang sering Anda temui.

4. Ekspresikan diri Anda secara positif

Layaknya berita marah, kabar gembira juga bisa disiarkan di media sosial. Daripada menyebarkan sesuatu yang negatif, lebih baik Anda fokus pada mengupload sesuatu yang bisa membuat orang lain bahagia dan ikut menyebarkan kebahagiaan. Gunakan media sosial untuk merawat orang lain, bukan untuk perhatian atau pengakuan. Misalnya, Anda dapat mengunggah momen bahagia dengan orang-orang di sekitar Anda atau bertukar informasi penting yang berguna. Sekarang setelah Anda memahami dampak negatif dari usaha ini di media sosial, sekarang saatnya untuk lebih berhati-hati tentang mana yang akan diunggah dan mana yang harus disimpan. Ingatlah bahwa apa yang diposting di media sosial membuat orang memiliki persepsi tertentu tentang kita. Jika Anda tidak dapat menemukan cara yang tepat untuk mengekspresikan isi hati Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *