Tips menyimpan dan memanaskan kembali sisa makanan untuk di rumah

Tips menyimpan dan memanaskan kembali sisa makanan untuk di rumah

Yogyakarta, tersurat.com – Mata lapar kerap membuat impulsif untuk membeli beragam hidangan yang diinginkan. Jika bagiannya terlalu besar, terkadang bisa diakhiri dengan sisa makanan. Anda benar-benar dapat menyimpan dan memanaskan kembali makanan tersebut. Namun, lakukan tindakan tepat untuk mencegah gangguan pencernaan. Periksa informasi di bawah untuk mendapatkan petunjuk.

    Baca Juga : Cara memasak sayur dengan benar agar tidak kehilangan nutrisi

Risiko memakan sisa makanan

Sisa membantu menghemat uang, tetapi perhatikan umur simpan. Kandungannya, makanan yang sehat dan disimpan terlalu lama bisa berbahaya bagi tubuh. Jangan menyimpan makanan yang sudah matang di lemari es selama lebih dari 3-4 hari. Toleransi makanan umumnya lebih pendek pada suhu kamar. Setelah beberapa hari, mikroorganisme seperti bakteri dan jamur mulai tumbuh pada makanan.

Mikroba bisa menyerang sistem pencernaan sehingga menyebabkan keracunan makanan. Ditandai dengan mual, muntah, sakit perut, demam dan diare. Gejala ini mungkin muncul segera setelah makan makanan yang terkontaminasi atau beberapa jam kemudian. Keracunan makanan biasanya membaik secara alami.

Namun, pada kasus yang parah, kondisi ini dapat menyebabkan diare, sakit perut yang parah, dan dehidrasi berbahaya yang memerlukan perawatan medis selama beberapa hari. Kabar baiknya adalah keracunan makanan dapat dengan mudah dicegah melalui pemrosesan dan penyimpanan makanan yang tepat. Cara menghangatkan pangan juga menentukan keamanan pangan.

Cara yang tepat untuk menyimpan sisa makanan

Sisa makanan harus disimpan sebelum bisa dihangatkan. Berikut tindakan yang dapat Anda lakukan untuk menyimpan sisa makanan yang tidak habis:

1. Pastikan lemari es cukup dingin
Periksa lemari es untuk memastikannya cukup sebelum menyimpan makanan. Prosedur ini sangat penting karena tidak semua lemari es dan freezer memenuhi standar suhu untuk menyimpan sisa makanan.

Baca Juga  6 Cara menyimpan cabai agar lebih awet dan tahan lama

Suhu lemari es harus 4-5 derajat Celcius dan suhu freezer harus -18 derajat Celcius. Jika Anda tidak tahu cara mengukur suhu lemari es di rumah, periksa menggunakan termometer.

2. Gunakan wadah yang sesuai
Gunakan wadah makanan yang bersih, kedap udara, dan kedap udara. Wadah plastik atau kaca dapat digunakan, yang penting untuk memastikan bahwa ada deskripsi kelas makanan yang berarti aman untuk menyimpan sisa makanan di dalam wadah.

Atur wadah makanan dengan benar. Jangan beri jarak antara wadah makanan dan wadah lain. Ini memungkinkan suhu rendah untuk mengakses makanan dengan lebih mudah.

3. Simpan sisa makanan secara terpisah dengan cara yang tepat
Jika Anda tidak yakin apakah Anda bisa menyelesaikan pembelian makanan besar, sisihkan sedikit terlebih dahulu. Simpan sisa makanan yang biasa Anda makan dalam wadah. Makanan campuran dan makanan yang tertinggal di sendok biasanya terasa sakit dan berbau.

Hal pertama yang dilakukan adalah sisihkan makanannya agar Anda bisa menyesuaikan porsi makanan Anda sehingga Anda dapat menjaga kualitas makanan yang tersisa.

4. Pengawetan makanan pada waktu yang tepat
Jangan tunda penyimpanan jika Anda merasa akan meninggalkan makanan. Segera simpan makanan dalam wadah dan taruh di lemari es. Menyimpan makanan pada suhu kamar merusak makanan dan mendorong pertumbuhan bakteri.

Jika Anda ingin menyimpan lebih dari satu jenis makanan sekaligus, beri label dengan penyimpanan. Ini memudahkan untuk memilih sisa makanan yang perlu dihangatkan terlebih dahulu.

Cara menghangatkan sisa makanan

Setelah Anda mengetahui cara menyimpan sisa makanan dengan baik, benar, dan aman saatnya mempelajari cara menghangatkannya. Prosedur menghangatkan makanan sisa adalah sebagai berikut :
1. Cairkan makanan yang disimpan di freezer
2. Gunakan alat yang sesuai untuk menghangatkan sisa makanan
3. Jangan langsung makan makanan yang baru hangat

Baca Juga  Bagaimana mengubah kotoran sapi menjadi pupuk organik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *