pengaruh serangga terhadap manusia & lingkungan

Mengenal Lalat Tse, Serangga Berbahaya di Balik Penyakit Tidur (Sleeping Sickness)

TerSurat.com Yogyakarta –  Saat Anda bersantai, melihat lalat beterbangan di sekitar Anda bisa sangat mengganggu. Meski sekilas tidak berbahaya, ternyata ada jenis lalat yang bisa menggigit dan menularkan penyakit menular. Salah satunya adalah lalat tse tse yang menyebabkan penyakit tidur.

Baca juga : Sering Gatal Akibat Gigitan Serangga, Berikut Cara Mengatasi Gigitan Serangga

1. Apa itu lalat Tse Tse?

Lalat tse tse adalah jenis lalat yang dapat menularkan parasit penyakit tidur. Lalat ini ditemukan di benua Afrika, khususnya di sub-Sahara Afrika. Lalat tse tse memiliki tubuh kuning kecokelatan dan berukuran sekitar 6-14 mm. Keunikan yang membedakan lalat tse tse dari lalat biasa adalah moncongnya seperti jarum di kepalanya.

2. Bagaimana lalat tse tse menyebabkan penyakit tidur?

Gigitan serangga yang berbahaya ternyata dapat menularkan berbagai penyakit. Beberapa di antaranya adalah malaria dan chikungunya yang disebabkan oleh gigitan nyamuk. Namun, bukan hanya gigitan nyamuk yang bisa menularkan penyakit infeksi, tapi juga gigitan lalat jenis tertentu. Lalat Tse Tse adalah dalang

Penyakit tidur terdiri dari 2 fase, yaitu:

  • Fase hemolimfatik

Setelah lalat menggigit tubuh manusia, parasit Trypanosoma memasuki darah dan kelenjar getah bening dan berkembang biak di sana. gejala biasanya bervariasi dari beberapa hari, bulan, hingga tahun  yang di timbulkan dari Waktu inkubasi yang dibutuhkan parasit.

  • Fase meningoencephalitic

Dengan berjalanya waktu, parasit ini dapat menyebar ke otak dan hingga dapat menyerang sistem saraf pusat manusia. Dengan begitu Kondisi ini cukup membahayakian dan membutuhkan perhatian medis secepatnya.

Baca Juga  Hati-hati, kurang tidur bisa menyebabkan sakit kepala

Jenis penyakit tidur

dibedakan menjadi dua jenis  untuk Penyakit tidur sendiri, tergantung dari jenis parasit Trypanosoma yang menyebabkannya hal itu terjadi, yaitu:

  • Trypanosoma brucei gambiense

Jenis parasit Trypanosoma brucei gambiense terjadi di 24 negara di Afrika Barat dan Tengah. Parasit T. brucei gambiense merupakan penyebab 98% kasus penyakit tidur dan dapat menimbulkan gejala infeksi kronis. Seseorang yang terinfeksi parasit jenis ini dari gigitan lalat tse tse mungkin tidak mengalami gejala selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Jika timbul gejala, artinya penyakit tidur berada dalam fase yang parah dan memengaruhi sistem saraf pusat pasien.

  • Trypanosoma brucei rhodesiense

Di kurang lebih 13 negara di Afrika Timur dan Selatan  menemukan Parasit jenis ini. Trypanosoma brucei rhodesiense terjadi pada 2% kasus penyakit tidur dan menyebabkan gejala akut. Ketika seseorang terinfeksi parasit ini, tanda dan gejala muncul dalam beberapa minggu atau bulan. Perkembangan penyakit ini juga jauh lebih cepat dibandingkan dengan T. brucei gambiense.

Selain manusia, parasit Trypanosoma juga dapat menginfeksi hewan liar dan hewan ternak melalui gigitan lalat Tse Tse, khususnya dari jenis T. brucei rhodesiense. Pada hewan ternak, infeksi ini disebut nagana.

3. Gejala penyakit tidur akibat lalat tse tse

Meski kejadian kasus sudah menurun secara signifikan, ada baiknya jika Anda tetap waspada terhadap penyakit tidur dan mengetahui gejalanya.

Pada fase awal, penderita infeksi parasit Trypanosoma dapat mengalami gejala berikut:

  • Sakit kepala
  • Demam yang terjadi setiap beberapa hari atau bulan
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher

Malaise (tidak enak badan)

  • Badan terasa lelah
  • Ruam kulit
  • nyeri sendi
  • penurunan berat badan

Saat penyakit tidur sudah memasuki fase kedua, gejalanya akan semakin parah karena parasit telah menginfeksi otak dan sistem saraf pusat. Berikut gejalanya:

  • Mengubah waktu tidur
  • insomnia
  • Sering mengantuk tanpa alasan
Baca Juga  Ketahuilah Cara Pertolongan pertama dalam mengobati gigitan Tomcat

Gangguan mental (halusinasi, kecemasan, kesulitan berkonsentrasi, ketidakstabilan emosi)

Masalah motorik (kesulitan berbicara normal, tremor, kesulitan berjalan, kelemahan otot)

  • Penglihatan kabur
  • kejang
  • koma

Tanpa pengobatan yang tepat, infeksi akibat gigitan lalat tse tse dapat menyebabkan kematian dalam beberapa minggu hingga bulan. Jika Anda mengalami gejala yang tidak biasa, terutama setelah kembali dari Afrika, Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan hasil diagnosis dan pengobatan yang tepat. Ini karena gejala di atas sering kali dikaitkan dengan penyakit atau kondisi kesehatan lainnya, sehingga Anda mungkin tidak mengenalinya sebagai gejala penyakit tidur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *