jari sakit karena bermain Smartphone, Apa yang bisa dilakukan untuk menghindari jempol smartphone?

Dunia digital di zaman modern. Depresi pada remaja meningkat, Ketahui Berbagai penyebabnya

TerSurat.com Yogyakarta – Rasa takut dan sedih bukanlah fenomena baru di kalangan remaja. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, proporsi remaja atau kaum muda antara usia 12 dan 20 tahun yang menderita depresi berat telah meningkat secara signifikan. Apa Penyebab Munculnya Depresi Pada Remaja Dan Bagaimana Cara Mencegahnya?

Baca juga : Sering menggunakan digital?? kelelahan akibat penggunaan media digital

Beberapa penyebab meningkatnya kasus depresi pada remaja

  • Diagnosis modern

Sebelum 1980, ahli kesehatan mental enggan mendiagnosis depresi pada remaja. Pasalnya, saat itu, perubahan mood pada masa remaja masih tergolong normal. Hal ini memungkinkan remaja yang benar-benar menderita depresi untuk dirawat dengan baik, karena diasumsikan bahwa mereka akan mengalami perubahan suasana hati yang wajar. Kami psikiater sudah memiliki kriteria yang lebih jelas untuk mendiagnosis depresi pada remaja. Perkembangan ilmu inilah yang meningkatkan angka kejadian.

  • Hyperconnected dan overstimulated

Remaja jaman sekarang hampir sepanjang hari tidak terlepas dari internet dan media sosial. Interaksi dengan Internet dapat menimbulkan sejumlah efek negatif pada kesehatan mental remaja. Salah satu yang paling jelas adalah mereka yang menganggap diri mereka berharga berdasarkan komentar dan jumlah suka yang mereka dapatkan di media sosial.

  • Waktu yang tidak aman

Salah satu faktor stres yang dihadapi generasi saat ini adalah tumbuh di masa yang tidak pasti atau tidak pasti. Bukan hanya ketidakpastian tentang masa depan, tapi juga ketakutan dan perasaan tidak aman. Mereka merasa bahwa hal buruk bisa terjadi kapan saja, seperti bullying, kecelakaan, perampokan, pemanasan global, dll. Kondisi seperti ini berdampak besar pada depresi remaja. Belum lagi pandemi COVID-19 yang juga dapat menimbulkan kesan bahwa dunia bukanlah tempat yang aman bagi mereka dan masa depan mereka. Keadaan saat ini meningkatkan kecemasan mereka yang sudah tinggi.

  • Kurang tidur
Baca Juga  Kehilangan bau dan rasa bisa menjadi gejala COVID-19

Banyak remaja akhir-akhir ini mengalami kekurangan kuantitas dan kualitas tidur. Penyebabnya adalah banyaknya tugas dan aktivitas yang tidak terkendali saat berselancar di Internet.

Kurang tidur mempengaruhi kondisi fisik dan mental remaja.

  • Kurangnya komunitas

Hidup di zaman yang serba cepat dan penuh tekanan tentu tidak mudah. Sayangnya, saat ini masih minim komunitas yang positif dan suportif bagi perkembangan kesehatan jiwa remaja. Kondisi kurangnya dukungan masyarakat mempengaruhi mudahnya depresi terjadi, terutama bagi mereka yang tidak mendapat dukungan dari rekan kerja terdekat seperti orang tua, keluarga, dan guru.

Apa Yang Harus Dilakukan Orang Tua Untuk Mencegah Depresi Pada Anak Mereka?

Penting untuk ditekankan bahwa orang tua perlu menyadari bahwa kesehatan mental pada remaja sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Sebagai orang tua tentunya kita sangat memperhatikan kesehatan anak-anak kita. Bawalah ke dokter dan berikan obat jika mengalami demam, batuk, dan sejenisnya. Tetapi, sebagai orang tua, apakah kita peduli dengan kesehatan mental anak-anak kita? Gejala depresi pada remaja seringkali tersembunyi. Jadi mari kita lebih memperhatikan perubahan kecil. Jika remaja mengalami gejala depresi, hubungi psikolog seperti psikiater, psikolog, perawat psikiatri, atau dokter umum terlatih untuk mendapatkan bantuan segera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *