peternakan sapi

Ketahuilah Bagaimana Cara Membuat Jerami fermentasi untuk pakan sapi

TerSurat.com Yogyakarta –  Pakan merupakan makanan pokok bagi ruminansia. Makanan biasanya berasal dari rumput dan polong-polongan. Minimnya hijauan setiap tahun, terutama saat musim kemarau, menjadi masalah yang perlu diatasi.

Baca Juga : Alergi Susu Sapi : Penyebab, Gejala, dan Pilihan Susu Alternatif

Peningkatan produksi hijauan dibatasi oleh kecenderungan penyempitan lahan akibat pertambahan penduduk dan perluasan lahan pertanian. Untuk itu, pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ternak dapat menjadi solusi dari permasalahan tersebut. Dari berbagai limbah pertanian yang memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak, jerami padi merupakan. Jerami padi selama ini selalu dibakar setelah proses pemanenan karena jerami                                                        merupakan limbah pertanian dalam jumlah besar dan belum dimanfaatkan sepenuhnya. Produksi jerami padi bervariasi tergantung lokasi dan jenis tanaman yang digunakan dan dapat mencapai 12 sampai 15 ton jerami segar per hektar dan tanaman atau 4 sampai 5 ton jerami kering per hektar.

Oleh karena itu jerami padi sangat penting untuk dijadikan bahan pangan bagi hewan ruminansia khususnya sapi, kambing dan domba. Hanya saja kualitas jerami padi rendah, dimana jerami padi tinggi serat kasar dan silikat sedangkan kandungan protein dan daya cerna rendah. Meningkatkan kualitas jerami padi. Untuk itu perlu dilakukan proses fermentasi menggunakan urea dan probiotik. Probiotik merupakan campuran berbagai mikroorganisme yang berguna untuk mempercepat penguraian serat jerami padi sehingga dapat dengan mudah dicerna oleh hewan ternak.

1. Proses pembuatan

Proses fermentasi jerami dilakukan di tempat yang terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung. Dimana dapat dibangun gedung dengan ukuran 4 x 5 m dengan kapasitas 10 ton. Lantai dasar dapat terdiri dari semen atau tanah yang dipadatkan dan dapat diangkat keluar dari lingkungan tanpa dinding. Bahan bangunan terbuat dari kayu atau bambu. Seng atau bahan di situs mungkin tersedia untuk atap. Jarak lantai ke atap 3 m. Proses fermentasi dilakukan dalam 2 tahap, yaitu tahap fermentasi dan pengeringan

2. Tahap pertama

– Jerami padi yang masih segar bari di panen dengan kadar air sekitar 65%

– Kemudian ditumpuk di tempat yang telah disediakan dengan ketinggian 20 cm

– Taburkan urea dan probiotik secara merata dengan masing-masing 2,5 kg per 1 ton jerami padi

– Tambahkan lebih banyak tumpukan jerami padi setebal 20cm, lalu taburkan lebih banyak urea dan probiotik, dll secara merata hingga tumbukan jerami padi mencapai 1-2m

– tutup plastik

– Diamkan selama 14 hari agar proses fermentasi berjalan dengan sempurna

Lantai kedua:

– Tumpukan jerami padi yang telah mengalami proses fermentasi diberi ventilasi agar cukup kering sebelum disimpan di tempat yang terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung

– jerami fermentasi dapat diberikan pada sapi apabila sudah kering sebagai pengganti rumput segar

Hasil fermentasi jerami yang baik ditandai dengan sifat-sifat berikut ini

– Baunya agak enak

– Warnanya agak kuning kecoklatan

– Teksturnya lemas (tidak kaku)

– Tidak malas dan tidak berjamur

3. Berikan ternak

Jerami padi fermentasi digunakan sebagai pakan serat utama ternak sebanyak 6-8 kg / ekor / hari. Sementara pakan konsentrat diberikan maksimal 1% dari bobot badan. Formula ransum pakan pekat bisa disesuaikan dengan bahan yang ada. Contoh formula ransum pakan pekat adalah dedak 50%, jagung olahan 22% dan bungkil kelapa 18%, tepung ikan 5%, mineral 4% dan garam 1%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *