peternakan sapi

Jangan hanya beli! Perhatikan perbedaan khasiat daging sapi segar dan busuk

TerSurat.com Yogyakarta – Daging sapi merupakan salah satu sumber pangan yang sangat bergizi. Namun, daging tersebut mudah ditumbuhi bakteri atau jamur, sehingga sangat rawan membusuk. Makanya, Anda perlu lebih berhati-hati saat membeli daging. Daging segar dapat dengan cepat dikenali dari warna, bau, tekstur dan penampilannya. Datang dan pelajari perbedaan antara khasiat susu segar yang menghasilkan daging hewani dan daging busuk!

Baca juga: Berapa banyak daging yang bisa kita makan dalam sehari?

1. Khasiat daging sapi segar berbeda dari yang busuk

Daging sapi segar memancarkan aroma segar. Dengan kata lain, ia memiliki ciri khas bau “sapi” lembut yang tidak melukai hidung. Sedangkan daging sapi busuk berbau amis, anyir, anyir, bahkan asam yang membuat kita cemberut.

  • Dilihat dari warnanya

Warna daging buahnya merah cerah, segar dan mengkilat, tidak pucat dan tidak kotor. Lemaknya bertekstur keras dan berwarna putih kekuningan, yang menunjukkan serat otot yang halus.

Jika daging sapi Anda berwarna hijau atau coklat kehijauan, ini tandanya daging sudah busuk dan sudah saatnya dibuang.

  • Dilihat dari teksturnya

Daging sapi segar itu keras dan keras, tetapi tidak kaku. Artinya, saat Anda menekan daging dengan jari, permukaannya kembali ke keadaan semula.

Daging sapi kualitas buruk terasa lembek saat ditekan dan tidak kembali ke posisi semula. Daging ini juga dapat dengan mudah dicincang sambil diperas. Daging busuk juga terlihat berlendir dan terasa lengket saat disentuh.

Daging sapi segar terlihat lembab, warna merahnya merata bebas noda atau noda asing. Daging berkualitas buruk terlihat apak, lesu, dan hambar. Beberapa daging sapi yang buruk juga memiliki bintik hitam atau putih kehijauan, yang merupakan tanda adanya bakteri di dalam daging.

Belilah daging yang terasa lembab tetapi tidak berair. Meski cairan merah yang menetes pada daging bukanlah darah melainkan sari dari protein, itu artinya daging tersebut sudah lama mengudara.

2. Apa konsekuensi dari makan daging busuk?

Jika Livestrong melaporkan bahwa daging busuk dimasak dengan suhu tinggi, masih ada risiko keracunan makanan saat memakannya. Alasannya, meskipun panas dari api membunuh bakteri, mereka bisa meninggalkan racun di dalam daging. Racun yang tersisa kemudian menyebabkan keracunan makanan. Proses memasak tidak menghilangkan racun ini dari daging. mual dan diare setelah makan merupakan Gejala keracunan makanan yang paling umum.

3. Ini cara mencegah daging mudah rusak

Daging mengandung banyak air, protein, dan lemak, yang cenderung menjadi tempat berlindung yang ideal untuk benih bakteri. Agar daging tidak cepat busuk, segera simpan daging di lemari es setelah membelinya. Cara menyimpannya pun tidak sesederhana itu.

Bagaimana cara menyimpan daging di lemari es

Pastikan suhu di lemari es sekitar 4 derajat Celcius. Saat disimpan pada suhu yang lebih tinggi, daging rentan terhadap kontaminasi bakteri.

Cara menyimpan daging sapi di lemari es:

  • Simpan daging di rak daging / ikan khusus di lemari es.
  • Tempatkan daging dalam wadah tertutup atau kantong bersih. Mengatup
  • Daging dan jeroan dikemas terpisah
  • Daging juga harus dipisahkan dari makanan lain.
  • Saat menyimpan daging yang sudah matang, pisahkan dari daging mentah atau bahan mentah lainnya (bukan hanya daging).

Meskipun daging dari sapi perah ini dapat disimpan dalam waktu yang lama, tidak selalu mungkin untuk menyimpan daging di lemari es. Daging segar dengan suhu 0-4 derajat Celcius hanya dapat disimpan selama 3-7 hari.

Freeze Storage (di freezer)

Daging yang disimpan di freezer (penyimpanan deep-freeze) bisa bertahan hingga 6 bulan. Dengan catatan tentang cara menyimpannya dengan benar dan suhu beku selalu antara 0 dan -17 derajat Celcius.

Sebelum menyimpan daging di dalam freezer, pastikan daging sudah dibungkus rapat dengan plastik dengan ritsleting atau di dalam kotak wadah agar tidak ada udara yang masuk ke dalam daging setelah dibungkus.

Sebelum Anda memasukkannya ke dalam freezer, sebaiknya beri tanggal agar Anda dapat mengingat berapa lama Anda tidak memasukkan daging. Anda juga bisa membedakan daging mana yang sudah disimpan lebih lama dan mana yang baru sehingga Anda bisa memprioritaskan daging mana yang akan digunakan. Juga tuliskan bagian mana dari daging yang Anda simpan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *