Tanaman hias Aglaonema Cara merawat agar warnanya mengkilap

Tanaman hias Aglaonema: Cara merawat agar warnanya mengkilap

Yogyakarta, tersurat.com – Hobi mengoleksi dan merawat tanaman hias semakin populer karena diberlakukannya larangan berkumpul di luar rumah. Tidak sedikit orang yang memiliki tanaman dedaunan di rumah. Di antara tanaman dedaunan yang jumlahnya semakin meningkat, Aglaonema juga termasuk di antaranya.

    Baca Juga : Harga melonjak! Tanamlah cabai di halaman rumahmu, yuks intip cara menanamnya

Di Indonesia, Aglaonema akrab dengan Sri Rejeki. Tak ada alasan tanaman hias ini dipercaya bisa memberikan energi positif dan menopang mata pencaharian.

Tanaman hias Aglaonema (Sri Rejeki)

Tanaman yang tergolong Araceae ini memiliki daun yang sangat indah jika dikelola dengan baik. Aglaonema menampilkan warna daun yang cerah dengan keteduhan yang khas, menjadi daya tarik tersendiri. Karena itu, tanaman hias ini sering digunakan untuk bahan pelapis.

Uniknya, setiap tanaman hias aglaonema adalah induk, dalam berbagai warna, memiliki potensi kecantikan yang lain. Misalnya, tipe hot lady yang mempesona di hari Valentine dengan tulang hijau dan merah cerah serta dominan Pink Lady. Harlequin tampil cantik dengan kombinasi warna orange, tembaga kuning, dan pink pada daunnya.

Memiliki Aglaonema dengan tampilan warna terbaik merupakan dambaan seorang ibu yang merupakan pecinta tanaman hias serba bisa. Tak hanya itu, warna daun yang indah bisa menjadi nilai tambah jika ingin membuatnya di area bisnis yang menguntungkan.

Perawatan tanaman hias Aglaonema yang baik dan benar

Oleh karena itu, perawatan khusus harus dilakukan untuk memaksimalkan tampilan warna. Warna Aglaonema ditentukan secara genetik, tetapi penampilan akhir mungkin berbeda, tetapi induknya. Hal ini dikarenakan faktor lingkungan seperti unsur media, cahaya dan aroma juga dapat mempengaruhi kualitas warna daun.

Aglaonema tidak hanya perlu mendapatkan cukup cahaya untuk memastikan penggunaan media yang tepat, tetapi dengan menyediakan pupuk makro dan mikro, tanaman hias ini akan menghasilkan warna yang optimal. Selain itu, ada beberapa langkah perawatan untuk membuat Aglaonema bersinar.

Langkah Perawatan tanaman Aglaonema

Pemupukan
Inti dari tanaman hias aglaonema adalah penggunaan media yang tepat, yang terlihat subur dan terbaik. Dengan media yang tepat, Anda bisa membantu tanaman menyerap hara dan air. Media fermentasi memungkinkan unsur hara di dalamnya dapat diserap oleh tanaman sesuai kebutuhan. Sebagai pelengkap, bunda bisa memberikan pupuk majemuk lengkap secara rutin. Untuk pupuk dasar, petani umumnya memiliki resep sendiri-sendiri. Misalnya merendam campuran pupuk dari beberapa merek yang mengandung unsur makro dan halus.

Anda juga bisa mengaplikasikan pupuk daun sebulan sekali dengan volume seimbang sebulan sekali dengan pupuk majemuk lengkap seperti moa itu. Bunda yang tidak menaburkan pupuk di sela-sela daun. Namun, itu dengan cepat bangkit kembali ke media. Tidak hanya itu, modifikasi mungkin melibatkan penggunaan media fermentasi dan dicampur dengan pasir malang dan zeolit ​​sebelum digunakan nanti.

Pasokan air
Aglaonema adalah kategori tanaman hias yang menyukai air. Oleh karena itu, jika Anda tinggal di daerah yang cukup panas, Anda bisa menyiram setiap pagi dan sore bahkan pada sore hari saat suhu naik. Namun syaratnya media dibuat sangat keropos dan hanya daunnya saja yang disiram, melainkan induk. Secara umum, produsen telah membuat sejumlah lubang tambahan. Tujuannya untuk mendukung kelancaran aliran air melalui saluran luar sekaligus sebagai media transmisi air yang baik.

Lubang ini dibuat hampir memenuhi bagian bawah periuk. Bentuk lubang sempit sudah mengembang sehingga menyulitkan untuk mencuci kertas. Untuk memberi air, gunakan nosel atau taburi tetesan air yang sangat halus. Partikel halus ini memiliki keuntungan karena mudah diserap oleh tanaman dan menghindari daun terbakar. Namun, jika Anda tinggal di lingkungan yang sangat meragukan, metode penyiraman di atas tidak akan berhasil.

Sirkulasi air dilakukan tergantung kondisi media, jadi setelah media benar-benar kering baru bisa disiram. Rentang waktu penyediaan air adalah 3-4 hari atau 5-7 hari. Daun penyiraman yang benar dapat dirangsang untuk tumbuh secara optimal sesuai dengan potensi genetiknya.

Repotting
Bagi tanaman jenis aglaonema, perlu dilakukan penanaman kembali secara teratur. Ini karena penanaman kembali dapat menghindari kandungan nutrisi lencana yang sering berkurang setelah 6-12 bulan. Namun, pastikan bahwa media diberi secara merata saat ditanam kembali. Letakkan media di bagian paling dalam. Rahasia lainnya adalah menanam batang sedikit lebih dalam untuk merangsang akarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *