kegunaan beras merah

Brown Rice Vs Shirataki Rice, Mana Yang Efektif Untuk Diet?

Nasi atau nasi merupakan salah satu sumber utama karbohidrat bagi masyarakat Indonesia. Ada beberapa ragam beras yang sudah lama dikenal di Indonesia, seperti beras putih, beras merah, dan beras merah. Selain ketiga jenis beras tersebut, ada jenis beras lain yang juga dipercaya bisa membantu menurunkan berat badan, yaitu nasi shirataki.

Baca Juga : Jika Anda ingin menurunkan berat badan, apakah Anda makan lebih sedikit lemak atau karbohidrat?

Bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan atau diet, nasi merah dikenal sebagai yang paling rendah kalori. Tapi manakah antara nasi merah dan nasi shirataki yang lebih efektif untuk menurunkan berat badan? Perhatikan informasi berikut ini.

1. Perbandingan kandungan beras merah dan nasi shirataki

Nasi merah dan nasi shirataki sama-sama mengandung nutrisi yang baik untuk tubuh manusia. kita perlu memperhatikan secara seksama kandungan unsur gizi di dalamnya, Untuk membandingkan kedua bahan makanan tersebut.

  • Beras merah

Meski beras merah dikenal bermanfaat secara nutrisi, sebenarnya beras merah kaya akan nutrisi. Beras jenis beras merh ini tidak melalui proses penggilingan layaknya beras putih yang kita makan sehari – hari, sehingga kandungan magnesium dan serat yang terkandung dalam aleuron tetap terjaga dan tidak terkelupas.

Nasi merah tinggi antosianin (pewarna merah), jadi makanan ini berwarna merah. Selain sebagai pewarna, antosianin juga berperan sebagai antioksidan yang melawan radikal bebas.

Beras merah kaya akan nutrisi, serat, vitamin, dan mineral.

Di setiap 100 g beras merah atau satu cangkir mentah mengandung 352 kalori, 0,8 g serat, 15 mg kalsium, 4,2 mg zat besi, 202 mg kalium, 1, 9 mg seng, 7,3 g protein, 0,9 g lemak, 76,2 g karbohidrat, , dan 0,34 mg vitamin B1.

  • Nasi Shirataki
Baca Juga  Mengapa multitasking itu buruk, Ketahui alasannya?

Dibandingkan dengan nasi shirataki, Anda mungkin lebih mengenal mie shirataki untuk memperbaiki pola makan Anda. Sebenarnya konten keduanya hampir sama. Nasi shirataki terbuat dari zat yang disebut glukomanan. Glukomanan adalah jenis serat alami yang larut dalam air yang diekstrak dari akar ubi gajah, juga dikenal sebagai konjak. Glukomanan mengandung 40% berat kering ubi gajah dari Asia Tenggara. Glukomanan dikenal sangat rendah kalori. Faktanya, glukomanan sering disebut sebagai “bebas kalori” karena hampir tidak mengandung kalori atau tanpa kalori dan tanpa karbohidrat.

Karena kandungan kalorinya yang sangat rendah, glukomanan dalam nasi Shirataki dikenal sebagai bahan yang efektif untuk diet. Glukomanan tidak hanya sangat rendah kalori dan karbohidrat, tetapi juga dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Menurut hasil snslisa secara sistematis dari kurang lebih 14 studi, glukomanan dapat menurunkan kadar kolesterol LDL “jahat” sebesar 16 mg / dl, trigliserida sebesar 11 mg / dl, kolesterol sebesar 19 mg / dl, dan gula darah sebesar 7,4 mg / dl.

2. Nasi mana yang lebih efektif untuk nutrisi?

Salah satu faktor yang perlu diperhatikan saat berdiet atau menurunkan berat badan adalah jumlah kalori yang Anda makan dalam sehari. Semakin tinggi jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh, semakin besar kemungkinan seseorang akan bertambah gemuk.

Sebaliknya, semakin sedikit kalori yang masuk ke dalam tubuh, semakin sedikit berat badan yang akan bertambah. Oleh karena itu, saat Anda sedang melakukan diet, sangat penting untuk mengonsumsi makanan rendah kalori. Dari fakta di atas terlihat bahwa nasi shirataki memiliki jumlah kalori yang lebih rendah dibandingkan nasi merah. Artinya, nasi shirataki dinilai sangat efektif untuk nutrisi. Padahal, nasi shirataki sangat baik untuk penderita diabetes karena kandungan gulanya yang rendah. Ini juga merupakan fakta bahwa glukomanan dalam nasi Shirataki juga dapat meningkatkan rasa kenyang. Misalnya, setelah mengonsumsi nasi shirataki, seseorang yang sedang diet otomatis dapat mengurangi asupan makanannya pada jam makan berikutnya.

Baca Juga  Masa tua sehat dengan resep rahasia Vitamin E

Tapi ingat juga bahwa berusaha menjaga berat badan tidak melulu tentang kalori. Anda juga perlu mengubah pola makan dan gaya hidup sehat dengan berolahraga, memenuhi kebutuhan air yang cukup, meningkatkan protein, dan mengurangi karbohidrat. Dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter saat mencoba menurunkan berat badan untuk mengetahui langkah yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *