kegunaan beras merah

Yang harus diperhatikan saat Anda menjalani diet rendah karbohidrat

TerSurat.com Yogyakarta –  “Beras merah hanya berbeda karena mengandung senyawa yang disebut antosianin. Kita sering mengira hanya antosianin dalam blueberry serta buah dan sayuran ungu. Fakta bahwa beras merah mengandung antosianin sangat positif karena memberi Anda lebih banyak nutrisi” jelas ahli gizi Chloe McLeod., dikutip dari Huffington Post Australia.

Baca juga: Tips menurunkan berat badan dengan diet rendah karbohidrat

Selain itu, beras merah juga mengandung zat berserat tinggi yaitu 6,2 g per 100 g beras. Namun, masyarakat seringkali menghindari nasi merah karena memiliki rasa dan tekstur yang aneh. Hanya saja ada beberapa trik agar nasi merah lebih pulen dan enak.

Beras merah kerap menjadi pilihan banyak orang yang sedang diet atau yang mulai beralih ke gaya hidup lebih sehat. Secara umum, nasi merah memang dianggap lebih sehat dibanding nasi putih. Sebab, nasi merah memiliki kandungan kalori yang lebih rendah, tapi memiliki nilai gizi yang lebih tinggi dari nasi putih. Yuk, ketahui lebih lanjut kandungan nutrisi dan manfaat pada beras merah!

Kandungan nutrisi pada beras merah

Beras merah adalah biji-bijian utuh yang lebih kaya nutrisi dan serat dibanding dengan beras putih. Beras merah termasuk sumber karbohidrat yang rendah kalori, tinggi serat, bebas gluten, dan tidak mengandung lemak trans.

Tiap 100 gram beras merah terdapat kandungan nutrisi, sebagai berikut:

  • Air: 64 gram
  • Energi: 149 kal
  • Protein: 2,8 gram
  • Lemak: 0,4 gram
  • Karbohidrat: 32,5 gram
  • Serat: 0,3 gram
  • Kalsium: 6 mg
  • Fosfor: 63 mg
  • Zat besi: 0,8 mg
  • Natrium: 5 mg
  • Kalium: 91,4 mg
  • Magnesium: 43 mg
  • Seng: 0,9 mg
  • Tembaga: 0,20 mikrogram
  • Vitamin B3: 1,6 mg
  • Vitamin B1: 0,06 mg
Baca Juga  Selain takjil, kurma bisa menunjang kecantikanmu selama kamu puasa

Selain zat gizi tersebut, beras merah mengandung antioksidan flavonoid, seperti anthocyanin (antosianin) apigenin, myricetin, dan quercetin. Salah satu kelompok senyawa fenolik yaitu  Antosianin, yang membuat warna merah dan ungu pada sayuran atau buah buahan seperti pada kol, bawang merah, dan lainnya. Mengatur berat badan merupakan Tujuan utama dari diet rendah karbohidrat. Namun terdapat beberapa hal yang mungkin dapat menghambat efek diet rendah karbohidrat.

Oleh karena itu, akan sangat penting memperhatikan hal yang justru memicu kegemukan, seperti stress dan gangguan tidur. Beraktivitas fisik rutin juga diperlukan untuk mengatur metabolisme dan mencegah hilangnya massa otot saat melakukan diet.

Konsistensi perilaku makan juga berpengaruh terhadap efek pola makan ini. Misalnya saat Anda mengemil setiap merasa lapar. Makan terlalu sering dapat menghambat tubuh dalam beradaptasi dengan pola makan rendah karbohidrat. Jangan menurunkan asupan karbo terlalu banyak, apalagi bila Anda langsung melakukannya pada hari pertama.

Asupan karbohidrat yang terlalu sedikit tanpa adaptasi terlebih dahulu dapat menyebabkan yo-yo effect sehingga terjadi kenaikan berat badan yang lebih tinggi. Selain itu, hal ini juga akan menurunkan metabolisme dan dapat menghilangkan massa otot. Ditambah lagi, Anda mungkin akan mengalami gejala-gejala seperti mual, pusing, atau merasakan kelelahan pada awal menjalaninya.  Bila Anda ingin menjalani pola makan ini, sebaiknya konsultasikan dahulu kepada dokter atau ahli gizi untuk memastikan keamanannya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *