6 Hal yang harus diperhatikan sebelum memulai bisnis rental mobil

6 Hal yang harus diperhatikan sebelum memulai bisnis rental mobil

Yogyakarta, Tersurat.com – Setelah sepeda motor, mobil merupakan salah satu kendaraan yang paling banyak digunakan di masyarakat. Keunggulan mobil adalah bisa untuk menampung banyak orang serta terlindung dari panas dan hujan.
Sayangnya, kenyamanan mobil harus ditebus dengan harga mahal. Sehingga tidak semua orang bisa memilikinya.

Baca Juga : Civic Nouva, Sang Primadona tahun 90-an yang tak lekang oleh Zaman

Kebutuhan masyarakat Indonesia akan kehadiran mobil cukup tinggi. Misalnya untuk menghadiri acara di luar kota bersama keluarga, liburan, dll.

Inilah alasan utama munculnya bisnis rental mobil. Selain itu, rental mobil juga cocok sebagai bisnis para pensiunan.
Apakah kamu tertarik dengan bisnis satu ini? Sebaiknya jangan terburu-buru dan mempertimbangkan beberapa hal penting berikut ini sebelum memutuskan untuk memulainya.

Untuk menghindari salah langkah, ikuti tips di bawah ini untuk memulai bisnis rental mobil pemula.

Hal yang harus diperhatikan sebelum memulai bisnis rental mobil

  • Pilih mobil

Kunci sukses bisnis rental mobil terletak pada jenis mobil yang Kamu sewakan. Karenanya,Kamu perlu memilih mobil yang disukai banyak orang.

Mobil Multi Purpose Vehicle (MPV) seperti Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia masih menjadi favorit banyak orang. Kedua mobil tersebut dapat membawa banyak penumpang dan konsumsi bahan bakarnya yang irit.

Harga beli mobil MPV atau minibus tersebut masih tergolong murah. Selain itu, biaya perawatannya juga lebih rendah. Hal ini tentunya lebih menguntungkan bagi kamu sebagai pemilik bisnis.

  • Hindari mobil bekas

kamu harus membeli mobil baru untuk mulai menyewa mobil. Mengapa?
Tidak peduli seberapa bagusnya mobil bekas, kinerjanya tidak akan sebaik mobil baru. Jangan ambil risiko kenyamanan pelanggan dengan membeli mobil bekas.

Padahal, mobil bekas harus lebih sering ke bengkel. Ini disebabkan oleh suku cadang usang yang lebih rentan rusak.
Alih-alih menghimpun modal, biaya perawatan justru akan meningkat. Kamu lebih baik membeli mobil baru. Biasanya dealer menawarkan perawatan gratis selama masa garansi.

Regulasi Rental Mobil

Bisnis rental mobil memang mudah dikelola, tetapi risikonya cukup tinggi. Tidak jarang mobil sewaan disalahgunakan. Untuk mencegah hal ini terjadi, Kamu harus menerapkan beberapa aturan.

  • Membuat surat kesepakatan dengan konsumen. Surat ini harus dikasih materai agar mengikat secara hukum.
  • Minta jaminan berupa KTP kepada penyewa.
  • Minta penyewa untuk mengisi formulir yang memuat informasi pribadi dan kontak yang bisa dihubungi.
  • Memasang sejumlah GPS di dalam mobil agar dapat dipantau dari jarak jauh.

  • Mendaftar untuk asuransi

Asuransi penting dalam persewaan mobil. Perusahaan asuransi menawarkan perlindungan jika terjadi kerusakan, kecelakaan dan kehilangan.

Mendaftarkan mobil Kamu ke perusahaan asuransi akan membuat Kamu sedikit lebih tenang. Setidaknya, ada pihak yang bisa melindungi Kamu jika terjadi kesalahan.

Jika Kamu menawarkan layanan sopir, jangan lupa mendaftarkan orang tersebut ke perusahaan asuransi.
Kamu tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di sepanjang jalan. Itulah pentingnya berjaga-jaga.

Management Bisnis Rental Mobil

  • Strategi pemasaran

Jika semua sudah siap, kini saatnya mempersiapkan strategi pemasaran. Dalam mengembangkan strategi, Kamu perlu mengetahui target pasar, di mana tempat usaha kamu, menetapkan tarif sewa dan denda, serta menentukan cara promosi yang tepat.

Promosi adalah salah satu hal yang sangat vital karena memiliki pengaruh besar dalam pemasaran. Tujuan suatu perusahaan yang akan dipromosikan adalah untuk memperkenalkan perusahaan tersebut kepada masyarakat luas.

Gunakan metode promosi melalui media sosial, situs web, dan mendaftarkan bisnis Kamu ke Google. Buat promosi yang menarik untuk cmemikat calon pelanggan baru.

Sebagai langkah awal bagi masyarakat untuk mengetahui bisnis Kamu, terapkan sistem diskon dan berikan bonus kepada beberapa penyewa pertama.

  • Kelola keuangan

Poin terkahir adalah manajemen keuangan perusahaan. Mulailah mengelola keuangan melalui pembukuan sederhana.
Dalam melakukan pembukuan, semua transaksi harus dicatat dan harus disertai dengan bukti seperti kuitansi dan faktur.

Baca Juga  Dengan modal Rp 130.000, Rendi Berpenghasilan Rp 6 juta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *