Berbagai jenis gangguan bipolar yang perlu dikenali

Berbagai jenis gangguan bipolar yang perlu dikenali

Yogyakarta, tersurat.com – Insiden ini diketahui publik sejak para selebriti mulai mengungkap fakta penyakit jiwa bipolar. Tapi tahukah Anda bahwa ada berbagai jenis gangguan bipolar? Gangguan bipolar adalah penyakit mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang ekstrim dan tidak terduga. Gejalanya dapat mempengaruhi mood yang sangat tinggi dari mania, dan pasien dapat tiba-tiba menjadi sedih atau depresi.

Baca Juga : Perbedaan antara keset umum dan keset yang menyerap air

Beberapa jenis penyakit mental yang menyebabkan sulit mengolah kondisi sehari-hari

Penyakit mental ini juga dikenal sebagai kombinasi antara depresi dan mania. Orang dengan gangguan bipolar dapat mengalami kesulitan dalam mengelola keadaan sehari-hari mereka, seperti di sekolah atau di tempat kerja. Atau menjaga hubungan dengan individu lain. Sampai saat ini, tidak ada obat yang dapat menyembuhkan gangguan bipolar sepenuhnya. Namun, ada banyak pilihan pengobatan yang dapat membantu mengontrol gejala dengan psikiater yang berkualifikasi.

Gejala utama penderita gangguan bipolar

Terdapat tiga episode gejala utama yang dapat terjadi pada orang dengan gangguan bipolar: mania, hipomania, dan depresi. Apa arti ketiganya?

• Mania
Saat mengalami mania, penderita bipolar bisa mengalami emosi yang tinggi. Mereka bersemangat dan impulsif serta bisa memuaskan dan energik.

Saat sedang mania, mereka cenderung berbelanja berlebihan, berhubungan seks tanpa kondom, dan menghabiskan uang dengan menggunakan obat-obatan terlarang.

• Hipomania
Episode ini umumnya dikaitkan dengan gangguan bipolar II. Mirip dengan mania, hanya saja kondisinya tidak serius. Dalam episode hipomania, pasien mungkin tidak memiliki masalah pekerjaan, sekolah atau sosial.
Namun, penderita hipomania masih mengetahui perubahan perasaannya.

Baca Juga  Masih bau mulut walaupun rajin menyikat gigi? 5 faktor penyebab bau mulut tak kunjung hilang

• Depresi
Ketika episode depresi terjadi, pasien mengalami kesedihan yang dalam, putus asa, dan kehilangan energi. Kurangnya minat pada aktivitas yang Anda nikmati untuk sementara waktu, kurang tidur; ingin terlalu banyak berpikir atau bunuh diri. Meski tidak jarang, gangguan bipolar sulit didiagnosis karena berbagai gejala.

Klasifikasi jenis gangguan bipolar

Terdapat tiga jenis utama gangguan bipolar: bipolar I, bipolar II, dan cyclothymic. Berikut ini uraian tentang setiap jenis gangguan bipolar.

• Bipolar I
Bipolar I didefinisikan sebagai menampilkan salah satu gejala episode manik. Orang yang menderita dapat mengalami episode intens, hipomania, dan depresi sebelum dan setelah episode manik. Jenis gangguan bipolar ini mempengaruhi pria dan wanita.

• Bipolar II
Orang dengan jenis gangguan bipolar II ini mengalami episode depresi berat yang berlangsung setidaknya selama dua minggu. Ada juga beberapa episode hipomania yang berlangsung selama sekitar 4 hari. Jenis gangguan bipolar ini dianggap umum pada wanita.

• Cyclothymic
Orang dengan donasi melingkar mengalami hipomania dan depresi. Gejala-gejala ini lebih pendek dan lebih baik daripada mania dan depresi akibat gangguan bipolar I atau bipolar II. Kebanyakan orang dalam kondisi ini mengalami gejala hanya dalam satu atau dua bulan saat mereka merasa stabil.

Penyebab dan faktor risiko yang terjadi pada gangguan bipolar

Gangguan bipolar merupakan gangguan kesehatan jiwa yang umum terjadi, namun penyebab gangguan ini belum jelas. Penyebab gangguan bipolar adalah:

• Genetika
Jika orang tua atau saudara kandung memiliki riwayat gangguan bipolar, mereka lebih mungkin mengalami kondisi ini daripada yang lain. Namun, penting untuk diingat fakta bahwa kebanyakan orang dengan gangguan bipolar dalam riwayat keluarga mereka tidak menyadarinya.

Baca Juga  Hal Penting Berpuasa yang Harus Diperhatikan Saat Wabah Covid-19

• Otak dan saraf
Struktur otak bisa mempengaruhi risiko penyakit mental. Kelainan pada struktur dan fungsi otak umumnya meningkatkan risiko berkembangnya masalah kesehatan mental.

• Faktor lingkungan
Bukan hanya tubuh yang bisa menyebabkan gangguan bipolar. Masing-masing faktor ini dan kombinasinya dapat mempengaruhi timbulnya penyakit dan berkontribusi pada perkembangan penyakit. Faktor penyebab lainnya adalah:
1. Stres yang berlebihan.
2. Pengalaman trauma.
3. Gangguan organik lainnya yang berhubungan dengan otak dan saraf.
Gangguan bipolar digolongkan sebagai penyakit mental kronis, yang berarti pasien mengalami kesulitan dalam mengatasinya selama hidupnya. Tapi bukan berarti mereka tidak bisa hidup bahagia dan sehat. Perawatan rutin dan berkelanjutan oleh psikiater dapat membantu pasien mengelola dan menyebabkan perubahan suasana hati dengan mudah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *