Tanaman hias kian populer, simak langkah dan tips berbisnis

Tanaman hias kian populer, simak langkah dan tips berbisnis

Yogyakarta, Tersurat.com – Melalui hobi, menjadi pundi uang. Di era pandemi COVID-19, popularitas tanaman dedaunan yang digunakan untuk hiasan dan berkebun semakin meningkat, serta mulai mengakar sebagai unit usaha mandiri. Hal tersebut terlihat dari peningkatan penjualan berbagai tanaman hias.

Baca juga : Negara tropis: Tanaman yang tahan panas dan mudah dirawat, cocok di Indonesia

Dari pot, pupuk, hingga benih. Anda bisa memulai usaha tanaman hias dengan modal yang sedikit. Namun, bisnis ini tidak akan beroperasi secara tidak sengaja. Diperlukan pengetahuan dan keterampilan yang memadai dari tanaman hias itu sendiri.

Langkah memulai berbisnis tanaman

1.Paham ilmu tentang tanaman hias
Memulai bisnis tanaman hias membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni. Seberapa populer tanaman hias dan bagaimana perawatannya tidak mungkin dilakukan ketika pembeli bertanya apa boleh hanya menyiram saja, tetapi sebagai penjual, hal tersebut sulit dijawab. Oleh karena itu, untuk melakukannya, orang itu sendiri membutuhkan pengetahuan yang baik tentang jenis internal dan eksternal, metode pengelolaan, dan harga jual.

Harga tanaman dedaunan di pasaran sangat bervariasi tergantung keindahan, kesuburan dan pertumbuhannya. Beberapa jenis harganya bisa ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Untuk pemula dalam bisnis ini, kami merekomendasikan menawarkan tanaman dedaunan yang relatif murah.

2. Pemilihan tanaman
Memilih jenis tanaman hias yang tepat akan selalu membuat bisnis Anda menguntungkan. Ada banyak varietas yang dapat berkontribusi pada tanaman hias, dari bunga hingga tanaman yang berfokus pada daun. Untuk fokus pada bunga, pilihlah bunga seperti bukan bunga musiman, sehingga membuat penjualan stabil.

Pertimbangkan juga biaya perawatan. Jika Anda kesulitan mengelola beberapa jenis bunga sekaligus, Anda bisa memulainya dengan satu atau dua jenis. Setelah melihat perkembangan yang cukup bagus, mulailah menambah jenis tanaman.

Baca Juga  Apakah Anda ingin mengetahui resiko-resiko bisnis ikan mas dalam bisnis ikan mas berikut ini?

3. Jangan lupakan media tanamnya
Media tanam merupakan hal terpenting dalam bisnis ini. Media tumbuh yang baik dibutuhkan untuk menyuburkan dan menjaga kesegaran tanaman. Memahami kebutuhan, efisiensi dan efektivitas media tanam. Jika Anda dapat membuat media makanan sendiri, jauh lebih baik dan Anda dapat meminimalkan biaya untuk menyiapkan bisnis tanaman hias.

4. Lokasi strategis
Lokasi juga menentukan kesuksesan bisnis Anda. Pilih lokasi yang mungkin sibuk atau dapat diakses. Jika tidak tersedia, Anda dapat memanfaatkan lokasi yang ada atau mengoptimalkan jalur online Anda.

Usaha tanaman hias tentunya menempati lahan yang cukup luas, sehingga perlu diperhatikan luas yang digunakan. Perhatikan juga kesesuaian suhu tanaman dedaunan yang Anda jual agar bisa tumbuh dengan baik dan berkualitas.

5. Mempromosikan dan pemasaran
Jika semua bisnis tidak dipromosikan atau dipasarkan, mereka tidak akan tumbuh atau mendapatkan keuntungan yang tidak berkembang. Anda dapat memperkenalkan bisnis Anda terlebih dahulu kepada keluarga dan teman terdekat. Penggunaan media sosial juga menjadi salah satu cara efektif untuk mempromosikan bisnis tanaman hias.

Visualisasikan tanaman hias dalam pot yang indah dan promosikan semenarik mungkin, seperti penempatan produk yang bersih dan menyenangkan secara estetika. Ini juga bisa menarik atau dalam bentuk kemasan minimalis, yang pasti aman untuk tanaman. Saat ini up to date atau buat strategi pemasaran paling efektif.

Tips memulai bisnis tanaman hias

Tips berikut akan membantu Anda memaksimalkan bisnis tanaman hias Anda.

  • Kelola tanaman untuk dijual dengan sepatutnya.
  • Mengidentifikasi semua atau target pasar tertentu dan penjualan langsung, misalnya, ibu rumah tangga dan anak kecil.
  • Waspadai tanaman hias seperti pot bunga, pupuk, bahan kimia atau vitamin dan tanah.
  • Menemukan bibit tanaman bagus yang berkembang biak dengan cara potong untuk mengurangi modal.
  • Mengenali dan mengikuti tren dan perkembangan tanaman dedaunan.
Baca Juga  Kenali Lebih Dalam Tentang Apa Itu Inklusi Keuangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *