Tanaman Hidroponik

Peluang Usaha Sayuran Hidroponik untuk Memasuki Supermarket. Ini adalah kriteria dan panduannya

Peluang Usaha Sayuran Hidroponik untuk Memasuki Supermarket. Ini adalah kriteria dan panduannyaTanaman Hidroponik

TerSurat.com Yogyakarta Р Apakah Anda mulai melirik bisnis sayuran hidroponik? Bisnis sayuran ini masih punya banyak pilihan. Diberitakan dalam skala kecil oleh Detik.com, diperkirakan keuntungan bulanan dari 4 kali panen mencapai 8 juta rupiah. Sayangnya, bisnis hidroponik tidak mampu memenuhi permintaan pasar. Nah inilah peluang bisnis bagi Anda yang ingin meraup untung dalam situasi Covid-19 ini. Bahkan sebelum pandemi ini, sayuran ini banyak diminati.

Baca Juga : Menjual sayuran hidroponik tidaklah sulit, Begini caranya

Siapa yang Mengkonsumsi Sayuran Hidroponik? Rata-rata konsumen sayuran hidroponik adalah dari kalangan menengah ke atas. Dari segi harga, sayur mayur juga lebih mahal dari pada sayur mayur biasa. Mereka tertarik pada sayuran hidroponik karena berbagai alasan ini.

Seperti dilansir agromedia.net, sayuran hidroponik terasa lebih manis dan lebih segar. Di sisi tampilan, sayuran daun terlihat lebih segar dan berwarna hijau muda. Hal inilah yang membedakan sayuran ditanam dengan media tanah. Alasan mendasar dan tidak kalah pentingnya adalah nilai kesehatan dan kualitas tanaman hidroponik. Kebiasaan mengonsumsi sayuran hidroponik menjadi pilihan konsumen tingkat menengah ke atas.

Nah, setelah kita tahu siapa target pasar pembeli sayuran hidroponik, mari kita lihat kriteria standar sayuran tersebut untuk masuk ke supermarket. Tentunya sayuran hidroponik tidak hanya perlu disediakan secara rutin dan tepat waktu, akan tetapi ada kriteria sayuran yang dibutuhkan dengan standar dan kontrol kualitas tertentu.

Di mall-mall seperti supermarket, sayur pakcoy, selada, kailan, kangkung, dan bayam dibuat dengan menggunakan teknik hidroponik yang bisa kita temukan. Warnanya selalu terang, daunnya segar, hijau dan menyegarkan mata. Pada tampilan fisik lainnya, terlihat bahwa sayuran yang dijual juga bebas dari kerusakan, halus, tidak berlubang, tekstur tidak keras, daun tidak layu atau tidak menguning. Bersihkan juga dari ulat bulu. Penampilan fisik inilah yang menjadi patokan bagi sayuran hidroponik untuk memasuki pasar modern.

Dalam hal pengendalian kualitas, sayuran standar masuk ke supermarket, dari sisi bobot per tanaman rata-rata 80 gram.Selain supermarket, sayuran hidroponik masuk ke hotel, restoran, restoran, rumah sakit, hotel dan kafe. Dari segi penampilan dan kualitas sayuran sangat dijaga. Sekilas kita bisa melihat bahwa tampilan sayuran ini berbeda dengan sayuran pada umumnya, lebih segar dan lebih menawan. Selain sayuran, melon dan tomat merupakan tanaman buah yang masuk kriteria hidroponik. Kedua buah tersebut tergolong berharga dan bisa masuk ke lingkungan supermarket.

Di tengah pandemi ini, teknik tanam hidroponik menjadi semakin populer. Niatnya berkisar dari hobi bertani hingga menjelajahi toko sayur.

Hidroponik dalam sejarahnya ada pada tahun 1980-an. Bob Sadino adalah salah satu pengusaha sukses yang memperkenalkan hidroponik ke Indonesia. Berikut panduan hidroponik mengenai teknik penanaman dan pemasaran sayuran. Cocok untuk skala bisnis. Buku berikut ini ditulis oleh Roni Arifin, seorang pengusaha, praktisi, dan pemilik kebun sayur.

Butuh rumah kaca, toko hidroponik gaya kebun sayur Roni

Seperti telah disinggung sebelumnya, peluang bisnis hidroponik memiliki target pasar yang luas. Demikian testimoni dari Roni Arifin. Roni mengawali tahun 2016, ia sudah memiliki banyak jaringan pemasaran untuk mendistribusikan aneka sayuran miliknya. Meski sayuran hidroponik sudah didistribusikan ke 5 hotel, 15 supermarket dan 2 perusahaan catering di Jakarta, ternyata permintaan konsumen cukup tinggi sehingga permintaan tidak terpenuhi. Ya, ketersediaan sayuran hidroponik tidak dapat dipenuhi oleh petani hidroponik.

Menurut pengalaman Roni, dibutuhkan banyak rumah kaca atau areal hidroponik yang luas untuk membuka lahan hidroponik skala bisnis. Lahan yang luas memiliki ekspektasi produksi yang lebih banyak dan memenuhi kebutuhan pasokan pasar sayur hidroponik. Alasan tanaman hidroponik ditanam di kawasan rumah kaca adalah untuk menjaga kualitas dan pematangan tanaman pada saat yang bersamaan dan agar ukurannya seragam. Di dalam kawasan rumah kaca, risiko serangan hama tanaman relatif sulit.

 

Menurut Roni, setidaknya ada empat jenis tanaman yang diminati dan menawarkan peluang bisnis hidroponik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *