Tanaman Hidroponik

Memanen keuntungan dari sayuran hidroponik, perusahaan kebal Covid-19

Memanen keuntungan dari sayuran hidroponik, perusahaan kebal Covid-19Tanaman Hidroponik

TerSurat.com Yogyakarta – Mau tidak mau, penyebaran pandemi virus Corona (Covid-19) semakin marak di rumah saat ini. Kemudian keadaan saat ini juga mempromosikan gaya hidup dengan pola makan yang sehat dan segar, yang semakin diminati.

Baca Juga : Cara mudah menanam bawang merah secara hidroponik

Kedua hal tersebut belakangan ini mengawali tren menanam lebih banyak kebun sayur di lahan rumah dengan metode hidroponik. Para ahli mengatakan hidroponik juga merupakan pereda stres bagi mereka yang terlalu lama tinggal di rumah.

Jauh sebelum Covid-19, Ginanjar Ibnu Tamimi sudah menggeluti bisnis hidroponik sejak lama. Beliau mengubah lahan kosong di Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, menjadi kebun sayur bertingkat. Bukan pekerjaan paruh waktu, melainkan bisnis yang ia tekuni sebagai pekerjaan utama karena peluang yang cukup menjanjikan.Ia yakin sayuran hidroponik akan semakin laris dan kesadaran gaya hidup sehat akan meningkat.

di Rumah Menanam Sayuran Hidroponik ” semakin banyak orang yang mencari sayuran hidroponik salah satunya dampak dari pademi ini. Penjualan sayuran meningkat signifikan, terutama saat belanja online di Kota Samarinda. Bahkan, saat ini juga banyak pesanan instalasi hidroponik di rumah-rumah pribadi. saya, “kata Ginanjar.

Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk hidup sehat selama pandemi Covid-19 telah meningkatkan permintaan sayuran dari kebun hidroponik. Supermarket belum masuk karena perlu kontinyu. Saya berencana mengembangkan sendiri tamannya,” kata Ginanjar yang saat ini mengelola taman seluas 20 x 15 meter oleh dua pekerja.

Berkat Pabrik Hidroponik Ginanjar yang Biasanya Panen Sayuran Seminggu Sekali, Bisa Menjual Hingga 400 Kg Berbagai Sayuran Per Bulan. Sayuran yang dihasilkan di kebunnya antara lain kangkung, selada, dan berbagai jenis sawi seperti pakchoy, caisim, dan sawi putih. “Primadona sekarang ini kangkung, harga perkilogramnya bisa sampai Rp 120.000. Lalu rujak Rp 40.000., Saya jual sawi Rp 35.000. Meski lebih mahal dari sayur di pasaran, sayur hidroponik makin laris.” dia berkata. Untuk penjualan, Ginanjar mengandalkan penjualan langsung dan promosi melalui internet, khususnya Instagram.

Selain sayur mayur, pria kelahiran 17 Oktober 1989 ini juga berencana menanam buah di kebun hidroponik miliknya. Saat memulai usahanya, ia mencoba menjual hasil panen sayurnya di pasar.

Namun tampaknya kurang diminati karena faktor harga. Kualitas sayuran hidroponik memang lebih baik karena kesegarannya bisa bertahan berhari-hari dibandingkan sayuran yang sama yang dijual di pasaran. “Saya coba jual di pasar, bangun stand di parkiran. Lalu ditertawakan, jual sayur masih ada akar-akarnya. Saya jual Rp 10.000 per ikat, sedangkan di pasar sayur sama harganya Rp 3.000- 5.000 per Rp. Tumpuk. “, Katanya.

Modal usaha hidroponik Saat wabah virus corona, selain penjualan sayur mayur meningkat, banyak juga yang memesan instalasi hidroponik dalam skala sendiri sebagai kebun mini di teras rumahnya. “Jadi saya lakukan pemasangannya juga. Banyak pertanyaan. K

arena banyak orang yang betah di rumah untuk kegiatan positif, itu dilakukan dengan menanam sayuran hidroponik,” ujarnya. Untuk pemula, memulai dengan hidroponik bisa dilakukan di beranda. Lahan yang sempit bisa diakali dengan secara bertahap membuat media tanam atau bak hidroponik.

Benih sayuran hidroponik juga tersedia dari toko pertanian dan toko online. “Bagi pemula yang hanya sekedar hobby dan memiliki kebutuhan sayur untuk dapur sendiri bisa mulai dari 1 x 4 meter. Bahkan bisa setinggi 1 x 2 meter kalau sudah dirapikan. Itu sekitar Rp1,5 juta untuk pemasangannya. ” kata Ginanjar. Untuk waktu yang lama dia ingin bertani, tetapi tidak memiliki lahan yang luas. Dengan beberapa referensi di internet, ia memutuskan terbang ke Yogyakarta untuk mencari tahu tentang cara bercocok tanam atau bertani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *