6 Gaya hidup yang dapat meningkatkan risiko depresi

6 Gaya hidup yang dapat meningkatkan risiko depresi

Yogyakarta, Tersurat.com – Kalau gak bisa dihilangkan, mending kurangi ya.. Depresi adalah gangguan mood yang ditandai dengan kesedihan dan kelesuan yang mendalam. Jika Anda merasa sedih, putus asa, atau tidak berharga selama lebih dari dua minggu, Anda dinyatakan merasa depresi.

Kami tidak tahu persis apa yang menyebabkan depresi, tetapi ada banyak hal yang terkait dengan perkembangan depresi. Namun, menurut beberapa pengamatan dan penelitian, beberapa faktor menjadi penyebab munculnya depresi. Misalnya faktor kepribadian, yaitu riwayat keluarga dalam hubungannya dengan faktor kepribadian. Namun, ada juga faktor gaya hidup. Seperti inilah enam faktor yang sudah dirangkum.

Baca Juga : Batuk sangat mengganggu aktivitas? Lakukan ini untuk mengatasi batuk

Faktor yang dapat meningkatkan resiko depresi

Menghabiskan terlalu banyak waktu sendirian

Terkadang bersenang-senang sendirian terkadang bisa sangat bermanfaat bagi kesehatan mental Anda. Namun, perlu juga diketahui bahwa menghabiskan terlalu banyak waktu sendirian dapat membalikkan manfaatnya dan meningkatkan risiko depresi. Seperti kata pepatah, terlalu sulit untuk melakukan sesuatu sendiri.

Jadi, untuk melindungi diri Anda dari hal ini, sangat penting untuk membangun persahabatan dan hubungan yang kuat dengan orang lain. Karena setiap kali Anda terhubung dengan orang lain, itu menjadi kesempatan untuk pertukaran emosi yang positif.

Bertahan hidup dengan orang toksik

Komentar negatif dan buruk dari teman, atasan, atau orang penting lainnya bisa lebih dari sekadar membingungkan mereka. Sebaliknya, mengelilingi diri Anda dengan hal-hal negatif seperti itu justru dapat meningkatkan resiko Anda merasa tertekan.
Semua orang tahu bahwa tidak ada yang suka berbicara dengan suara keras dan konten yang kasar.

Baca Juga  Apa Keuntungan bunga Chamomile? Segera baca yuk

Jadi, bersama seseorang yang suka berbagi energi negatif tidak hanya membuat Anda lelah, tetapi juga menciptakan kesedihan. Alih-alih bertahan dari kecanduan persahabatan, cobalah melakukan sesuatu yang akan memberi Anda pandangan yang lebih positif tentang hidup Anda dengan membangun hubungan positif yang pasti akan menurunkan peluang Anda untuk depresi.

Jarang berada dalam suasana yang hijau

Kehidupan kota sangat mudah untuk mendapatkan banyak kesenangan seperti makanan lezat, transportasi umum yang nyaman, dan kehidupan malam yang menyenangkan. Namun, menghabiskan terlalu banyak waktu di daerah perkotaan dapat merusak suasana. So, sesekali pergilah ke tempat yang memiliki suasana segar dan hijau.

Tidur larut malam atau begadang

Anda mungkin pernah mendengar pepatah lama, “tidur lebih awal dan bangun lebih awal bisa membuat jiwa sehat, kaya, dan bijaksana”. Ternyata pepatah ini ada benarnya juga. Sebuah studi tahun 2014 yang diterbitkan dalam jurnal Cognitive Therapy and Research melaporkan bahwa orang yang tidur terlambat akan menderita pikiran negatif yang lebih kronis (perilaku terkait depresi) sepanjang hari. Sebaliknya, mereka yang tertidur lebih awal mengalami lebih sedikit serangan terhadap pikiran negatif.

Terlalu banyak makanan instan

Sekantong mie atau fast food terkadang bisa menjadi camilan yang enak, tetapi jika terlalu banyak makanan siap saji bisa membuat kesedihan Anda lebih mudah dirasakan. Menurut analisis diet dan depresi tahun 2013 yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition, semakin sehat Anda makan, semakin rendah risiko depresi. Kondisi ini berarti orang yang banyak mengonsumsi makanan olahan cepat saji memiliki resiko lebih tinggi mengalami depresi.

Kehidupan sehari-hari tanpa aktivitas fisik

Menghabiskan terlalu banyak waktu di TV atau perangkat elektronik lainnya dapat mempengaruhi kesehatan mental Anda. Faktanya, aktivitas fisik dan mental, seperti olahraga, dapat meningkatkan mood dan mengurangi kemungkinan Anda merasa tertekan. Ketika tubuh kita aktif secara fisik, otak kita melepaskan bahan kimia yang meningkatkan suasana hati seperti endorfin dan endocannabinoid yang dapat meredakan depresi.

Baca Juga  Manfaat manakah yang lebih baik antara susu putih dan susu cokelat?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *