bersepeda menyebabkan pria mengalami impotensi?

Apakah Benar bersepeda menyebabkan pria mengalami impotensi?

Apakah bersepeda menyebabkan pria mengalami impotensi?bersepeda menyebabkan pria mengalami impotensi?

TerSurat.com Yogyakarta – Salah satu cara termudah untuk memiliki tubuh yang sehat adalah dengan bersepeda. Tidak hanya baik untuk kesehatan tubuh, Anda juga dapat menghemat biaya sekaligus menjaga lingkungan tetap asri. Sayangnya, ada anggapan di masyarakat bahwa bersepeda bisa berdampak buruk bagi sistem reproduksi pria.

Pria yang sering bersepeda sering kali dikaitkan dengan disfungsi ereksi atau impotensi. Kondisi ini bisa membuat penis sulit mengeras, dan saat terjadi ereksi sulit dipertahankan. Impotensi juga bisa menurunkan gairah seksual pada pria. Dari sudut pandang medis, anggapan ini benar. Namun kondisi ini tidak permanen.

Baca Juga : 7 olahraga ini bisa bikin badanmu lebih tinggi dalam seminggu

Biasanya kita memberi tekanan pada tulang duduk saat kita duduk (tuberositas siatik). Bagian tubuh ini dikelilingi oleh lemak dan otot serta tidak memiliki organ, saraf, atau arteri. Nah disinilah yang bisa membuat kita duduk sampai berjam jam Sayangnya, sebagian besar pengendara sepeda membebani sadel sepeda yang tidak cukup lebar untuk menopang tulang duduk. Akibatnya, mereka mengisinya ke area di sekitar bagian luar perineum. Daerah ini merupakan kanal sepanjang ischiopubic ramis (struktur penghubung antara tulang duduk dan tulang kemaluan). Area tersebut berisi jaringan ereksi, arteri, dan saraf hingga penis. Tekanan pada area tersebut dapat merusak arteri dan saraf. Padahal, arteri dan saraf tersebut berperan penting dalam membantu proses ereksi.

Nah, gejala pertama yang menandakan bahwa arteri dan saraf telah rusak adalah munculnya rasa mati rasa atau kesemutan di area genital pria.Penelitian telah menunjukkan bahwa pria lebih berisiko terkena impotensi saat bersepeda untuk jangka waktu yang lama, katakanlah lebih dari tiga jam seminggu.pria bersepeda

Baca Juga  Spezia Melawan Roma Adalah Pertandingan Dramatis

Tips bersepeda yang aman

Adams yang nongkrong di sepeda tak perlu bersedih karena Anda tetap bisa mengendarai sepeda tanpa mengganggu kesehatan organ intim Anda. Begini caranya:

  • Ganti sadel dengan dudukan sepeda tanpa hidung atau pilih dudukan yang lebih lebar. Dudukan jenis ini dapat menopang tubuh dengan baik. Selain itu, ubah posisi sadel agar lebih maju dan mengurangi tekanan pada perineum.
  • Turunkan setang. Ini bisa menyebabkan tubuh Anda condong ke depan dan mengangkat bokong Anda. Posisi ini dapat meredakan tekanan pada perineum.
  • Saat bersepeda jarak jauh, disarankan agar Anda tidak duduk terus-menerus saat bersepeda. Caranya dengan mengendarai sepeda sambil mengangkat bokong, atau bisa juga dengan berjalan kaki sambil membawa sepeda. Ini dapat mengurangi tekanan pada perineum dan memulihkan aliran darah.
  • Gunakan celana pendek berbantalan untuk lapisan perlindungan ekstra.
  • Kurangi intensitas sepeda. Tidak lebih dari tiga jam seminggu.

Anda disarankan untuk berhenti bersepeda sejenak jika area perineum terasa nyeri atau mati rasa. Jika Anda pernah tuli atau impoten selama berbulan-bulan setelah berhenti bersepeda, segera konsultasikan ke dokter. Bisa jadi kondisi ini disebabkan oleh masalah kesehatan Anda yang lain, seperti gangguan saraf atau penyakit jantung.

Baca Juga : Ternyata bersepeda bisa bikin awet muda, begitulah penjelasan dokter

Bagi wanita, bersepeda bisa meredakan kram menstruasi. Bersepeda dikenal sebagai olahraga yang dapat meredakan nyeri yang dirasakan tubuh, bahkan saat mengalami kram saat menstruasi. Padahal, olahraga ini dipercaya bisa menjadi olahraga yang baik saat haid. Bersepeda membuat aliran darah ke tubuh lebih lancar dan oksigen bisa didistribusikan ke seluruh otot di tubuh. Hasilnya, risiko kram menstruasi bisa berkurang.

Baca Juga  Kekalahan Timnas Indonesia U-19 Vs Korea Menjadi Peringatan Keras Untuk Lebih Fokus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *