Kabar Penting Tarif Pajak Akan Naik Pada Tahun 2022

Tahun lalu, pemerintah berhasil menargetkan penerimaan pajak mencapai target 2021. Bahkan, penerimaan pajak melampaui target 103,9% yang ditetapkan dalam target APBN.
Untuk tahun 2022, pemerintah berniat menetapkan target penerimaan yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Hal itu dilakukan dengan meningkatkan penerimaan pajak pemerintah, karena tahun 2022 merupakan tahun terakhir defisit APBN bisa melebihi 3 persen, sedangkan pada tahun 2023 defisit harus di bawah 3 persen.

Untuk meningkatkan penerimaan pajak negara, pemerintah telah mengembangkan beberapa strategi, salah satunya dengan menaikkan tarif berbagai jenis pajak. Untuk itu, akan ada beberapa tarif pajak yang mulai naik di awal tahun 2022. Berikut beberapa yang sudah resmi diberlakukan.

1. PPN 11%

Mulai April 2022, pajak pertambahan nilai (PPN) akan naik dari 10% menjadi 11%. Kemudian PPN akan naik lagi menjadi 12% pada tahun 2025. Kenaikan tarif PPN ini termasuk dalam Undang-Undang Harmonisasi Pajak (UU HPP). Juga telah dikonfirmasi bahwa PPN akan terus diterapkan pada tingkat yang seragam. Pemungutan PPN atas beberapa barang/jasa di sektor tersebut juga difasilitasi dengan penerapan tarif PPN definitif, misalnya 1%, 2% atau 3% dari transaksi bisnis.

2. PPh

Seperti kita ketahui, UU HPP juga memiliki tingkatan atau interval baru untuk Pajak Penghasilan (PPh) sehingga totalnya menjadi 5 tingkatan. Tingkat terakhir bagi mereka yang berpenghasilan lebih dari Rp 5 miliar setahun, tarif pajak penghasilan adalah 35 persen dibandingkan dengan yang sebelumnya hanya dibayarkan kepada orang kaya 30 persen. Tingkat penghasilan kena pajak juga berubah sebagai berikut:
• Tarif Rp 0 – Rp 60 juta PPh5%.
• Rp 60 juta – Rp 250 juta dengan PPh 15%
• Rp 250 juta – Rp 500 juta Rp 25% PPh
• Rs 500 juta – Rs 5 miliar dengan PPh 30%.
• Rp 5 miliar atau lebih, tarif pajak 35%

Baca Juga  Cara Paling Bagus Beternak Ayam Kampung Dengan Modal Kecil

3. Cukai rokok

Mulai 1.1.2022, cukai rokok atau cukai hasil tembakau (CHT) naik 12%. Kenaikan cukai juga menaikkan harga jual eceran rokok (HJE). Harga maksimum rokok per bungkus adalah Rp. 40.100/bungkus isi 20 batang. Meski SKM Kelas I, harga tertingginya Rp. 38.100 / bungkus.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan kenaikan cukai rokok akan menurunkan produksi rokok hingga tiga persen. Kenaikan cukai rokok juga bertujuan untuk menurunkan angka kejadian perokok anak/dewasa menjadi 8,83% dari 8,7% pada RPJMN 2024.

Reformasi Pajak Penghasilan (PPh) UU no. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Ketentuan Perpajakan (UU HPP) telah berlaku sejak 1.1.2022. UU HPP memiliki empat kebijakan PPh baru, yaitu pajak atas struktur pegawai, perubahan tarif pajak, dan wilayah IRPEF untuk perorangan. di sektor swasta, insentif untuk usaha mikro dan kecil dan tarif pembayar pajak dalam skema pengungkapan sukarela.

Berikut penjelasan keempat kebijakan PPh yang akan berlaku pada Januari 2022

1. Pajak atas jasa pegawai berupa barang atau hadiah berupa natura merupakan penghasilan.

2. Perubahan tarif dan perbedaan pajak penghasilan pribadi. UU HPP memperkenalkan lima tingkat penghasilan kena pajak

3. Insentif bagi pengusaha perorangan dengan peredaran bruto sampai dengan Rp 500 juta per tahun tidak dikenakan pajak penghasilan.

4. Menawarkan tarif pajak penghasilan yang rendah kepada wajib pajak melalui Program Komunikasi Sukarela (PPS).

Praktik ini berlaku baik bagi wajib pajak badan maupun perorangan. Asuransi II adalah untuk Wajib Pajak orang pribadi dari dana yang diperoleh antara tahun 2016 dan 2020 yang tidak dilaporkan dalam SPT Tahunan 2020. Perhatikan bahwa PPh final yang ditawarkan oleh pemerintah dalam Polis I adalah sekitar 6-11 persen dan Asuransi II adalah 12 persen. -18 persen. . Besaran persentase PPh ini lebih rendah dari persentase PPh OP tertinggi yang berlaku awal tahun depan, yakni 35%.

Baca Juga  Mau Buka Usaha Tanpa Modal di Bulan Puasa? Begini Caranya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *