Dropship VS reseller, lebih Cuan mana

Dropship VS reseller, mana yang lebih CUAN?

Yogyakarta, Tersurat.com — Kebutuhan biaya hidup yang terus- menerus semakin meningkat tanpa diimbangi pemasukan yang sesuai akan berdampak pada taraf hidup. Kejelian melihat prospek bisnis di zaman sekarang ini sangatlah penting.
Salah satu prospek bisnis yang sangat menggiurkan adalah bisnis online. Adanya media sosial dan marketplace ini semakin memudahkan seseorang untuk menjual barang dagangannya ke berbagai daerah di Indonesia bahkan ke luar negeri.

Baca Juga : Patut dicoba! 4 Bisnis modal rendah yang memiliki banyak keuntungan

Salah satu sistem yang diterapkan dalam dunia bisnis online adalah dropship dan reseller. Dropship merupakan salah satu sistem penjualan barang secara online yang digandrungi masyarakat karena modal yang dibutuhkan hanya sedikit atau bahkan hampir tidak ada modal sama sekali.
Sedangkan reseller merupakan sistem penjualan barang yang membutuhkan modal banyak namun menghasilkan keuntungan yang tinggi pula. Perbedaan harga jual ke konsumen dengan harga beli dari supplier sangat menguntungkan bagi para reseller.

Cara kerja dropshipping

    • Dropshipper mencari supplier pemasok dengan kriteria berikut:

Harga produk yang diberikan oleh supplier kompetitif dan yang pasti murah.
Pihak supplier mau melayani order dengan sistem dropship
Supplier kemudian memberikan gambar dan informasi lengkap tentang produk yang akan dijual.

  • Dropshippers mulai memasarkan produk di media sosial atau di marketplace.
  • Saat pemesanan dilakukan, dropshipper memproses pesanan tersebut ke Supplier menggunakan mekanisme dropshipping.

Cara kerja Reseller

      • Reseller mencari supplier barang dengan harga serendah mungkin dengan kualitas sebagus mungkin.
      • Reseller menyimpan barang (modalnya relatif besar) tergantung dengan banyaknya barang yang dibeli.
      • Reseller menentukan harga jual barang dan mulai memasarkan produknya di media sosial.
      • Reseller memproses pesanan barang langsung ke konsumen.
Baca Juga  Simak Beberapa Gerakan Untuk Inklusi Keuangan

Perbedaan antara dropshippers dan reseller :

Modal

Jumlah modal yang dikeluarkan oleh dropshipper dan reseller tidak sama. Reseller harus memiliki persediaan yang cukup, secara tidak langsung reseller harus memiliki modal yang cukup untuk kebutuhan stok barang.
Berbeda dengan reseller, modal yang dikeluarkan oleh dropshipper hanyalah pulsa dan kuota internet. Ini karena dropshipper tidak perlu melakukan stok barang apa pun.

Keuntungan

Manfaat yang dicapai sangat berbeda antara reseller dan dropshipper. Secara umum, dropshipper mendapat untung 10% hingga 20% pada barang apa pun.
Sementara itu, reseller bisa meraup untung sebesar-besarnya jika bisa mendapatkan barang dengan harga yang murah. Biasanya bila Anda membeli produk dalam jumlah besar, Anda bisa mendapatkan harga yang murah dan bersaing.

Resiko

Resiko yang diambil reseller jauh lebih tinggi daripada resiko sebagai dropshipper. Ini karena reseller harus menyimpan barang dalam jumlah banyak. Jika barang tidak laku di pasaran, reseller akan mengalami rugi besar.
Jadi Mana yang lebih CUAN antara Reseller & Dropshipper?
Jika kamu adalah seorang pemula dengan modal yang minim, dropshipper adalah pilihan yang tepat untuk kamu. Resiko yang diambil oleh seorang dropshipper sangatlah kecil, tetapi keuntungan yang didapat tidak setinggi seorang reseller.
Metode bisnis reseller dipilih jika kamu memiliki modal yang cukup. Bisnis ini jauh lebih Cuan dari pada dropshipping, tentunya diimbangi dengan resiko yang jauh lebih tinggi pula dari seorang dropshipping. Maka dari itu Seorang Reseller harus jeli dalam membuat keputusan barang apa yang laku dipasaran karena jika tidak maka seorang bisa rugi besar.
Itulah perbedaan antara Dropshipper & Reseller. Yuk, mulai bisnis dari sekarang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *